Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

March 05, 2008

MENATAH KRISTUS

KESERUPAAN DENGAN KRISTUS DAN KEDUNIAWIAN
BERGERAK KE ARAH YANG BERLAWANAN

Nats: Tetapi bukan dengan demikian kamu belajar mengenal Kristus (Efesus 4:20)


Pada awal kariernya, Dannecker, seorang pemahat dari Prancis, terkenal karena karyanya yang menampilkan Ariadne dan dewi-dewi Yunani lainnya. Suatu kali ia terdorong untuk mencurahkan segenap energi dan waktunya untuk menghasilkan sebuah adikarya. Jadi, ia bertekad untuk mengukir sosok Kristus. Dua kali usahanya gagal sebelum akhirnya berhasil menatah patung Kristus secara prima.
Karyanya begitu elok dan agung, sehingga setiap orang yang memandangnya tak ayal begitu mengagumi dan mencintainya.

Suatu kali ia menerima undangan dari Napoleon. "Datanglah ke Paris," kata Napoleon. "Tolong ukirkan bagi saya patung Venus untuk ditempatkan di Louvre." Dannecker menolak. Jawabannya sederhana, namun telak: "Tuan, tangan yang pernah memahat Kristus ini tak akan dapat lagi menatah dewi kafir."

Sosok Kristus yang sejati, Adikarya yang sesungguhnya, juga tengah "dipahat" di dalam diri setiap anak Tuhan. Kita dipanggil untuk menanggalkan manusia lama yang duniawi dan mengenakan manusia baru yang rohani. Kalau dahulu kita "diukir" menurut pola pikir duniawi yang cenderung egois dan merusak, sekarang kita tengah "ditatah"
untuk menjadi manusia baru, serupa dengan karakter Kristus (ayat 22-24). Proses pembentukan ini berlangsung melalui ketaatan kepada pimpinan Tuhan.

Proses itu belum selesai. Dunia akan berusaha merusaknya dan "mencukil" kita kembali menurut polanya. Dannecker menantang kita untuk menolak upaya dunia dengan menyadari bahwa sebuah Adikarya tengah dikerjakan di dalam dan melalui kehidupan kita

Efesus 4:17-32

17. Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam
Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak
mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan
dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan
karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan
diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala
macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal
Kristus.
21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima
pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang
dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui
kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut
kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang
sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang
kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:
janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi
baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan
tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada
orang yang berkekurangan.
29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,
supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah
memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan
fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala
kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di
dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Read more...

BERSAKSI MELALUI PROFESI

HIDUP KITA BAGAI KITAB TERBUKA YANG DIBACA SESAMA
MARI NYATAKAN KRISTUS DALAM TUTUR KATA DAN LAKU KITA

Nats: ... dan mereka disukai semua orang. Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul 2:47)

Dokter Teoh Seng Hing adalah salah satu dokter ginekologi di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Ia seorang kristiani. Semua orang yang saya kenal dan pernah menjadi pasiennya punya kesan yang sangat positif terhadapnya. Sebab selain ahli, ia juga sangat baik, sabar, telaten, ramah, penuh perhatian. Pasien bisa bebas dan nyaman berkonsultasi dengannya. Bahkan ketika Kezia, anak saya yang berumur 8 tahun, bertanya ini itu saat istri saya konsultasi, ia juga
melayani dengan baik. Dengan sikapnya itu, Dokter Teoh telah menunjukkan kesaksian yang indah sebagai dokter kristiani.

Kekristenan berkembang bukan hanya karena peran para penginjil ternama. Namun juga melalui kesaksian hidup para "penginjil" anonim. Orang-orang yang dalam peran dan profesinya masing-masing telah memberi kesaksian indah bagi masyarakat sekitar. Seorang dokter-dokter kristiani yang berbeda dari dokter lain. Seorang pejabat-pejabat kristiani yang berbeda dari pejabat lain. Seorang mahasiswa-mahasiswa kristiani yang berbeda dari mahasiswa lain, dan sebagainya. Iman kristiani mereka betul-betul nyata dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap dan tutur kata yang ditunjukkan.

Jemaat mula-mula adalah jemaat yang bertumbuh sangat pesat. Ciri-ciri hidup mereka selain tekun dalam pengajaran para rasul (ayat 42), dan satu sama lain memiliki hidup kebersamaan yang kuat dan akrab (ayat 46), juga memberi pengaruh positif bagi orang-orang luar. "Dan mereka disukai semua orang" (ayat 47). Mari kita menjadi saksi yang setia, sehingga kehadiran kita sungguh menjadi berkat bagi orang-orang sekitar

Kisah 2:41-47

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri
dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga
ribu jiwa.
42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti
dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu
mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu,
dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu
membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan
masing-masing.
46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap
hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah
masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan
gembira dan dengan tulus hati,
47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan
tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.

Read more...

LARILAH MENJAUH!

JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN DOSA

Nats: Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar (Kejadian 39:12)

Seorang ayah menemukan majalah porno di kamar anak laki-lakinya yang masih remaja. Ia sangat terkejut. Dibukanya majalah itu. "Ya, ampun!" serunya dengan mata terbelalak. Lalu dibukanya lagi. "Ya, Tuhan!" ia makin kaget. Dan, ia terus membukanya. Sampai di halaman terakhir, "Ya, habis!" serunya pula. Itu hanya cerita humor. Humor itu hendak menunjukkan kebiasaan orang, yang saat tahu bahwa sesuatu itu dosa, bukannya menjauh, tetapi malah sengaja mendekat dan mencoba-coba.

Yusuf tidak bersikap demikian terhadap dosa. Ia terus digoda oleh istri Potifar, tetapi dengan tegas ia menolak. "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak
diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (ayat 8,9). Sampai suatu hari, pada saat di rumah sedang tidak ada siapa-siapa, godaan itu datang lagi. Dan, apa yang dilakukan Yusuf? Yusuf pun lari keluar (ayat
12).

Kita perlu meniru Yusuf yang berani bersikap tegas terhadap dosa. Lari keluar. Menjauh. Tidak lari di tempat, apalagi lari mendekat. Iblis sangat cerdik. Ketika kita belum jatuh, ia terus-menerus menggoda kita, "Ayolah, sekali-kali tidak apa-apa." Akan tetapi, begitu kita terjatuh Iblis akan berkata kepada kita, "Yah, sudah telanjur jatuh. Sudahlah, ibarat kepalang basah, mandi saja sekalian!"

Kejadian 39:1-23

1. Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang
Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia
dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang
yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di
rumah tuannya, orang Mesir itu.
3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan
bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia;
kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya
diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala
miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu
karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya,
baik yang di rumah maupun yang di ladang.
6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan
dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun
selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya
dan elok parasnya.
7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan
berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu:
"Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di
rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada
kekuasaanku,
9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari
padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari
pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku
melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap
Allah?"
10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf,
Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya
dan bersetubuh dengan dia.
11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk
melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun
tidak ada di rumah.
12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata:
"Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di
tangan perempuan itu dan lari ke luar.
13. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan
bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka:
"Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat
mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan
aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya,
ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah
pulang.
17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada
Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu
datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya,
ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
19. Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan
isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh
hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam
penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf
dipenjarakan di sana.
21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih
setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala
penjara itu.
22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam
penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus
dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang
dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa
yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Read more...

March 02, 2008

MEMINTA

JANGAN HANYA MENCARI BERKAT
LEBIH PENTING MENCARI SANG PEMBERI BERKAT

Nats: Mintalah, maka akan diberi-kan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuk-lah, maka pintu akan dibuka-kan bagimu" (Lukas 11:9)

Seorang anak jalanan meminta-minta di pinggir jalan. Anak kita di rumah juga minta dibelikan mainan. Keduanya sama-sama meminta, tetapi ada bedanya. Anak jalanan itu datang hanya untuk meminta. Setelah kita memberinya uang, ia berterima kasih lalu pergi. Anak itu tidak ada hubungan pribadi dengan kita. Sedangkan anak kita di rumah datang kepada kita bukan melulu untuk meminta. Kadang ia juga datang untuk mengobrol atau duduk di pangkuan kita. Merasakan kehadiran kita.

Banyak orang mengikuti anjuran Yesus, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu." Doa mereka berisi pelbagai permintaan. Hanya itu. Mereka lupa bahwa anjuran "mintalah" ini berlaku hanya jika ada hubungan akrab antara si peminta dengan orang yang dimintai. Yesus memakai perumpamaan tentang seseorang yang meminta roti kepada sahabat karibnya (ayat 7,8), lalu menggambarkan permintaan seorang anak pada bapanya (ayat 11-13). Dalam kedua kasus ini, permintaan itu dipenuhi karena adanya hubungan akrab yang penuh kasih. Dari hubungan itu muncul saling pengertian. Seandainya permintaan itu tidak dipenuhi, si peminta tidak akan kecewa, sebab ia tahu sahabat atau bapanya pasti mengupayakan yang terbaik baginya.

Mari periksa kembali kehidupan doa kita. Apakah kita berdoa hanya jika ingin meminta sesuatu? Apakah doa kita hanya berisi daftar permintaan, tetapi miskin pujian dan percakapan dari hati ke hati dengan Tuhan? Ketika datang pada Tuhan, kita datang sebagai anak, bukan sebagai pengemis. Maka, mintalah, tetapi jangan sebagai
peminta-minta.

Lukas 11:5-13

5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu
pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata
kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan
singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk
dihidangkan kepadanya;
7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan
mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku
sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada
saudara.
8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan
memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun
karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan
memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan
diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah,
maka pintu akan dibukakan bagimu.
10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang
yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya
pintu dibukakan.
11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari
padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya
kalajengking?
13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik
kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan
memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP