Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

November 21, 2009

SEKALI SEUMUR HIDUP

SETIAP DETIK Dalam HIDUP KITA HANYA BERLANGSUNG SEKALI SEUMUR HIDUP
Nas: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)

Bacaan: Mazmur 90
Setahun: 1 Korintus 1-4

Salah satu slogan yang paling banyak digunakan orang-orang yang bergelut di wedding industry adalah, "Ini kan sekali seumur hidup. Once in a life time." Dan kalimat ini sangat efektif membuat para calon pengantin rela mengeluarkan uang banyak untuk momen once in a life time ini. Kalimat itu benar. Namun sayangnya, hanya separuh kebenaran. Sebab setiap detik, setiap jam, dan setiap kesempatan dalam hidup kita juga adalah once in a life time. Setiap detik dalam kehidupan takkan pernah berulang. Detik yang baru saja kita pakai untuk membaca kalimat pertama renungan ini tidak pernah kembali. Kehidupan kita tidak terdiri dari momen-momen besar. Kehidupan kita yang sebenarnya terdiri dari jutaan detik dan momen-momen kecil yang tersusun menjadi satu.

Firman Tuhan hari ini diambil dari Doa Musa. Mazmur 90 adalah mazmur tertua di antara mazmur-mazmur lainnya. Namun, pesan yang disampaikan adalah pesan yang sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Dalam doanya, Musa membandingkan kekekalan Tuhan dan kefanaan manusia. Ribuan tahun manusia adalah sehari bagi Tuhan (ayat 4). Musa melukiskan betapa singkatnya hidup manusia, seperti rumput yang layu pada sore hari (ayat 6).

Di tengah segala keruwetan dan kesibukan menjalani hidup, doa Musa sangat berguna bagi kita. Menghitung hari-hari kita membuat kita sadar dan mampu menikmati setiap momen; tidak hanya terfokus kepada momen-momen khusus. Ketika kita rindu dan mau belajar menghitung hari-hari kita, Tuhan sendiri yang akan mengaruniakan kita hati yang bijaksana dalam mengambil keputusan yang penting sepanjang hidup kita.

Mazmur 90

1. Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-
temurun.
2. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan,
bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
3. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah,
hai anak-anak manusia!"
4. Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila
berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
5. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput
yang bertumbuh,
6. di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan
layu.
7. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan
amarah-Mu kami terkejut.
8. Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang
tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.
9. Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami
menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
10. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan
puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;
sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
11. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada
gemas-Mu?
12. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami
beroleh hati yang bijaksana.
13. Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --dan sayangilah
hamba-hamba-Mu!
14. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya
kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
15. Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas
kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.
16. Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan
semarak-Mu kepada anak-anak mereka.
17. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah
perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Read more...

QIN SHI HUANG DI

HIDUP DI DUNIA INI SEMENTARA, TetAPI BISA DIBUAT PENUH MAKNA JIKA DIISI DENGAN HAL-HAL YANG BERKENAN KEPADA ALLAH
Nas: Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil darimu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? (Lukas 12:20)

Bacaan: Mazmur 49:16-20
Setahun: 2 Tesalonika 1-3; Kisah Para Rasul 18:12-19:10

Qin Shi Huang Di mungkin adalah kaisar paling terkenal dalam sepanjang sejarah kerajaan China. Ia adalah kaisar yang pertama kali menggabungkan seluruh daratan China di bawah satu panji kerajaan. Ia juga dikenal dalam legenda sebagai kaisar yang berusaha menemukan ramuan yang dapat memberinya kehidupan kekal. Akan tetapi, seperti yang kita semua tahu, akhirnya sama seperti orang lain, ia pun meninggal dunia dan dikuburkan di daerah Xi'an, China.

Kematian adalah sesuatu yang pasti, yang tidak mungkin kita hindari. Segala hal yang ada pada kita -- kekayaan, status, dan popularitas -- pada akhirnya kelak akan kita tinggalkan. Seperti kata pemazmur, tidak peduli seberapa pun kayanya kita semasa di dunia, akhirnya seluruh harta itu akan kita tinggalkan begitu saja (ayat 11). Tidak peduli seberapa besar rumah yang kita tinggali selama hidup, pada akhirnya sebidang tanah tempat kita dikubur akan menjadi tempat tinggal raga kita untuk selamanya (ayat 12). Tidak peduli seberapa berkuasa dan mulianya kita, pada akhirnya seluruh kekuasaan dan kejayaan tersebut akan dilepaskan untuk selamanya (ayat 18).

Lalu, apakah ini berarti kita seharusnya sudah cukup menjalani hidup dengan serbamiskin dan tanpa ambisi? Tentu tidak! Melainkan, didorong atas kesadaran akan kesementaraan hidup ini, kita harus memakai harta dan status kita untuk hal-hal yang bersifat lebih kekal, yaitu untuk hal-hal yang berkenan kepada Allah. Entah untuk menolong orang lain yang membutuhkan; entah untuk memperbaiki hal-hal buruk yang terjadi di sekitar kita.

Mazmur 49:16-20

16. (49-17) Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila
kemuliaan keluarganya bertambah,
17. (49-18) sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya
serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
18. (49-19) Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa
hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik
terhadap dirinya sendiri,
19. (49-20) namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang
tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
20. (49-21) Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak
mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang
dibinasakan.

Read more...

November 19, 2009

ANGGAPAN YANG MENYESATKAN

PRASANGKA NEGATIF MEMBUTAKAN, MEMBUAT PERBUATAN BAIK ORANG TAMPAK SEBAGAI KEJAHATAN
Nas: Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena istriku." (Kejadian 20:11)

Bacaan: Kejadian 20:1-14
Setahun: Kisah Para Rasul 15:1-18:11

Semua lelaki berhidung belang. Tak bisa dipercaya," begitulah anggapan Rina selama ini. Setelah menikah, anggapan menyesatkan ini membuatnya jadi gampang curiga pada suaminya. Diam-diam ia suka memeriksa isi dompet suami, membaca semua SMS-nya, dan memeriksa baju yang baru dipakainya. Pada jam istirahat siang, sering Rina datang ke kantor suaminya untuk memantau apa yang sedang ia lakukan. Hatinya selalu bertanya, "Adakah tanda-tanda suamiku selingkuh?" Sikap janggalnya justru membuat mereka berdua sering bertengkar. Relasi keduanya pun makin terpuruk.

Anggapan menyesatkan bisa meracuni pikiran dan membuat kita salah bertindak. Lihatlah Abraham! Ketika memasuki daerah kekuasaan Abimelekh, Raja Gerar, ia menganggap raja ini orang jahat yang tidak takut akan Allah (ayat 11). Pikirnya, jika Raja tahu Sara itu istrinya, pasti ia akan dibunuh dan Sara akan diperistri. Anggapan keliru ini membuat Abraham dan istrinya salah bertindak. Mereka berbohong. Raja diberi tahu bahwa Sara bukan istri Abraham, melainkan saudaranya. Hasilnya? Kebohongan itu justru membuat Raja berniat memperisteri Sara, karena mengira ia belum bersuami! Anggapan mereka yang keliru membuat situasi jadi tambah runyam, padahal Raja ternyata tak sejahat yang mereka bayangkan. Syukur Allah campur tangan menyelesaikan masalah itu.

Apakah Anda suka berprasangka negatif terhadap orang lain? Berhati-hatilah! Anggapan menyesatkan bisa mendorong Anda berbuat salah, bahkan dosa. Lebih baik belajarlah berpikir positif terhadap sesama.

Kejadian 20:1-14

1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap
antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
2. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia
saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu
mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena
perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
4. Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan!
Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
5. Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan
perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini
kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci."
6. Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga,
bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka
Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab
itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
7. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang
nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi
jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati,
engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau."
8. Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan
memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat
takutlah orang-orang itu.
9. Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya:
"Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan
apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan
dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal
yang tidak patut kepadaku."
10. Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau
melakukan hal ini?"
11. Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di
tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.
12. Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak
ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
13. Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku,
berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku,
yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita
tiba: Ia saudaraku."
14. Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba
laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada
Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.

Read more...

November 17, 2009

SALAM KUTUKAN

DIA HARUS SEMAKIN BERTAMBAH AKU HARUS SEMAKIN BERKURANG
Nas: Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata! (1 Korintus 16:22)

Bacaan: 1 Korintus 16:19-24
Setahun: Galatia 4-6

Berbeda dengan surat-surat Paulus yang lain, surat Paulus kepada jemaat di Korintus ditutup oleh salam yang bernada keras, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia." Ada apa dengan Paulus dan jemaat di Korintus hingga ia menulis kata-kata yang keras dalam suratnya? Mari kita simak latar belakangnya sejenak.

Jemaat Korintus sesungguhnya adalah jemaat yang luar biasa. Mereka adalah jemaat yang pernah dilayani oleh hamba-hamba Tuhan yang luar biasa (1:12) dan juga jemaat yang anggotanya memiliki berbagai macam karunia rohani. Namun sayang, hal itu tidak membuat gereja ini bersatu padu dalam melayani Tuhan; malah menimbulkan perpecahan di dalam tubuh gereja. Perpecahan itu sangat tajam, sehingga masing- masing kelompok menganggap dirinya paling penting dan hebat.

Bak seorang dokter yang mendiagnosis penyakit, Paulus menyatakan bahwa penyebab dari perpecahan jemaat di Korintus adalah hilangnya kasih akan Tuhan di tengah-tengah mereka. Mereka lebih mengasihi diri sendiri daripada Tuhan. Itulah Paulus. Menyatakan secara tegas nasihatnya. Ia mau supaya mereka lebih mengasihi Tuhan.

Mengasihi Tuhan seharusnya menjadi tujuan hidup manusia_termasuk ketika kita memakai segala kemampuan, bakat, atau karunia yang kita miliki. Ketika kita kehilangan tujuan ini, hasilnya adalah keangkuhan. Ketika ada keangkuhan dalam komunitas. hasilnya adalah perpecahan. Jadi, marilah kita kembalikan tujuan hidup kita kepada tujuan yang sebenarnya, yaitu mengasihi Tuhan!

1 Korintus 16:19-24

19. Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila
dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam
kepadamu.
20. Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam
seorang kepada yang lain dengan cium kudus.
21. Dengan tanganku sendiri aku menulis ini: Salam dari Paulus.
22. Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!
23. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu.
24. Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP