Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

March 16, 2008

JALAN KETAATAN

TIDAK SEORANG PUN DAPAT MENJADI HAMBA TUHAN
TANPA MELALUI JALAN KETAATAN

Nats: Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya (Ibrani 5:8)


Kedua putra mendiang Lady Diana, Pangeran William dan Harry, telah beranjak dewasa. Beberapa tahun lalu mereka masuk ke sekolah militer dan dididik dengan cara militer yang keras serta disiplin. Seorang wartawan pernah bertanya, apakah kedua anak raja ini mendapat perlakuan khusus. Pihak sekolah menjawab tegas: Tidak! Keduanya diperlakukan sama seperti calon tentara lain supaya bisa merasa senasib sepenanggungan, juga agar mereka bisa belajar taat pada perintah. Jadi, status sebagai anak raja harus dilupakan di sekolah itu.

Yesus pun mendisiplinkan diri-Nya untuk belajar taat selama hidup di bumi. Sekalipun status-Nya "Anak Allah" (Ibrani 5:8) dan Bapa-Nya sanggup menyelamatkan-Nya dari maut (ayat 7), semua hak istimewa itu Dia lupakan. Dia menolak diperlakukan khusus. Bukannya menempuh jalan aman dan nyaman, Dia justru memilih jalan penderitaan, bahkan
disalibkan. Meskipun hanya manusia terhina yang pernah menempuh jalan itu. Di jalan salib, Yesus mengalami begitu banyak rasa sakit, godaan, dan pencobaan. Namun, setelah misi-Nya menyelamatkan manusia tercapai, Dia sendiri bisa menjadi Imam Besar yang berempati. Dia mengerti pergumulan kita (Ibrani 4:15), karena Dia pernah mengalami segala derita yang kita alami.

Jalan penderitaan ternyata banyak gunanya. Melaluinya kita bisa belajar bersikap taat, menjadi lebih peka, dan mengerti pergumulan orang lain. Sebab itu, apabila kita harus menghadapi penderitaan, mari kita mohon kekuatan Allah untuk tidak menolaknya,
menghindarinya, atau meminta perlakuan khusus. Imam Besar kita memerhatikan dan menemani kita untuk melaluinya.

Ibrani 4:14-5:10

14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita
teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang
tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya
sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan
kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Ibrani 5:1

1. Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia,
ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah,
supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.
2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan
orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,
3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena
dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.
4 Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi
dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti
yang telah terjadi dengan Harun.
5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri
dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang
berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan
pada hari ini",
6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah
Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan
doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia,
yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena
kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat
dari apa yang telah diderita-Nya,
9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok
keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
10. dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut
peraturan Melkisedek.

Read more...

RAGU

YESUS SUNGGUH-SUNGGUH TELAH MATI AGAR KITA HIDUP
MASIH LAYAKKAH KITA MERAGUKAN KASIH-NYA?

Nats: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)

Suatu kali saya bertanya kepada sekelompok orang kristiani, "Seandainya detik ini Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan dunia, apakah kita yakin akan masuk surga?" Ternyata, respons mereka sangat mengejutkan! Sebagian kecil menjawab dengan pasti, "Ya!" Namun sebagian besar berkata, "Tidak tahu." Bahkan ada yang menjawab, "Tampaknya tidak." Sungguh ironis! Bertahun-tahun menjadi kristiani dan percaya kepada Yesus, tetapi mereka masih meragukan jaminan keselamatan.

Walaupun telah membuat komitmen untuk percaya kepada Tuhan, terkadang kita ragu dan bertanya-tanya. Apakah kasih Tuhan cukup besar untuk mengampuni dosa kita? Apakah kesabaran Allah cukup panjang saat melihat kita jatuh bangun dalam dosa? Apakah Tuhan
masih mau menerima kita yang sudah lama mundur dan meninggalkan-Nya?

Ya, kasih Allah selalu lebih dari cukup! Pengampunan dan kesabaran Allah tak pernah kurang bagi kita. Jika kita sudah berkomitmen untuk percaya kepada Yesus, mengaku dosa, dan meninggalkan kehidupan lama, maka jaminan keselamatan menjadi milik kita. Jangan pernah terjebak dalam keraguan. Perasaan itu akan membuat kita meragukan jaminan keselamatan saat iman kita lemah.

Apakah kita masih meragukan jaminan keselamatan? Saat keraguan itu muncul, mari kita mengingat kasih, pengampunan, dan keselamatan yang sudah Allah karuniakan bagi kita. Lalu, mari kita perbarui komitmen dan berjalan dalam kebenaran. Kita tak perlu terombang-ambing oleh ketidakpastian. Dalam Yesus, keselamatan bukan lagi harapan,
melainkan kepastian yang nyata.

Yohanes 14:1-11

1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan
tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke
tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau
pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui
Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal
Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat
Dia."
8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami, itu sudah cukup bagi kami."
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama
kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah
melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata:
Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari
diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang
melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Read more...

March 13, 2008

KAMI JUGA TAHU

ALLAH TIDAK HANYA MEMBERIKAN HUKUM
NAMUN JUGA MEMAMPUKAN KITA UNTUK MEMATUHI HUKUM-NYA

Nats: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu (Roma 8:9)

Ludwig Ingwer Nommensen dikenal sebagai Rasul Suku Batak. Ia memulai misinya di Tanah Batak dengan mempelajari bahasa dan adat-istiadat setempat untuk menjalin hubungan dan mempererat pergaulan. Ia juga bersahabat dengan raja-raja setempat. Suatu hari seorang raja bertanya kepadanya, apa sebenarnya perbedaan kekristenan dengan tradisi Batak. "Kami juga tahu hukum yang melarang orang mencuri,
mengambil istri orang, atau bersaksi dusta," kata raja itu.

Misionaris itu menjawab dengan lembut, "Tuan saya memberikan kemampuan untuk mematuhi hukum-hukum-Nya." Raja itu terperanjat. "Dapatkah Anda mengajarkan hal itu pada rakyat saya?" tanyanya. "Tidak, saya tidak dapat mengajarkannya," jawab Nommensen. "Namun, Allah dapat memberikan kepada mereka kemampuan itu jika mereka
meminta kepada-Nya dan mendengarkan firman-Nya."

Seperti suku Batak, kita masing-masing juga mengetahui hukum tentang apa yang benar dan yang jahat. Ironisnya, pemeo "hukum itu ada untuk dilanggar" terus terbukti dari generasi ke generasi. Fakta tersebut menggarisbawahi kebenaran bahwa semua orang telah berdosa, sehingga tidak ada yang mampu mematuhi hukum Tuhan dengan kekuatannya
sendiri.

Syukurlah, anugerah Allah tidak hanya menebus dan menyelamatkan kita dari dosa. Bahasa Yunani untuk anugerah, charis, mencakup efek kemurahan Allah tersebut di dalam tindakan praktis. Dengan demikian, anugerah Allah juga memampukan kita untuk menaati dan melakukan hukum-hukum-Nya. Bersediakah kita mengandalkan anugerah-Nya?

Roma 8:1-17

1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang
ada di dalam Kristus Yesus.
2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam
Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena
tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan
mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging
yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas
dosa di dalam daging,
4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang
tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal
yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan
hal-hal yang dari Roh.
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh
adalah hidup dan damai sejahtera.
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,
karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak
mungkin baginya.
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada
Allah.
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh,
jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak
memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang
mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena
kebenaran.
11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan
Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga
tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi
bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati;
tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu,
kamu akan hidup.
14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu
menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang
menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba,
ya Bapa!"
16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita
adalah anak-anak Allah.
17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli
waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji
Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu
jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Read more...

SEMERAH KIRMIZI

HIDUP AKAN LEBIH TENTERAM DAN NYAMAN
BILA KITA TAK MENYEMBUNYIKAN KESALAHAN

Nats: "Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku (Mazmur 32:5)

Banyak produk kosmetik menawarkan solusi bagi mereka yang ingin membuat kulit wajah lebih putih, lebih cerah. Lalu, ada juga banyak merek pasta gigi yang mengandung whitening untuk memutihkan gigi, agar lebih bersinar. Memutihkan warna yang sudah kusam atau pekat tentu tak mudah. Namun, lebih dari semua iklan "pemutih", Tuhan menawarkan kepada kita sesuatu yang dapat "memutihkan" dosa: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju" (Yesaya 1:18). Warna semerah kirmizi (scarlet, merah tua seperti ungu) tentu tidak mungkin diubah menjadi putih. Namun, oleh pengampunan-Nya, dosa semerah kirmizi bisa menjadi seputih salju.

Dosa semerah kirmizi, menyiratkan betapa pekatnya sebuah dosa, atau begitu lamanya satu dosa mengendap dalam diri kita. Siapa yang tahan menyimpannya? Daud tak tahan berkubang dalam dosa. Ia merasa dosa membuat tulang-tulangnya menjadi lesu (Mazmur 32:3). Ia merasa siang dan malam tangan Tuhan menekannya begitu berat (ayat 4). Daud tak ingin dosa menjauhkannya dari Tuhan. Ia tak mau menyembunyikan kesalahannya. Ia harus memberitahukan dosanya kepada Tuhan, "Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku" (ayat 5). Daud mengakui dosanya, memohon pengampunan, dan Tuhan meng-ampuninya.

Jika dosa kita sepekat kirmizi, masih sanggupkah kita bersembunyi di hadapan Tuhan? Tidakkah hidup ini akan lebih ringan jika kita tidak menyembunyikan kesalahan dan dosa kita, terhadap siapa pun, terlebih kepada Tuhan? Akuilah dosa itu. Dan, seperti Tuhan mengampuni Daud, Dia pasti mengampuni kita

Mazmur 32:1-5

1. Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang
diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak
diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena
aku mengeluh sepanjang hari;
4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat,
sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah
kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN
pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan
karena dosaku.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP