Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

April 04, 2008

GEMBALAKANLAH

SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK YESUS BAHKAN RELA MATI BAGI DOMBA-DOMBA-NYA
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Gembalakanlah domba-dombaku" (Yohanes 21:16)


Jepang terkenal sebagai negeri "kecil" yang sibuk. Biasanya, orang-orang di sana berjalan kaki sangat cepat, tidak menengok kanan kiri; seolah-olah dikejar sesuatu. Grasah-grusuh. Tak heran kalau ada humor, katanya untuk menemukan orang Indonesia di Jepang itu mudah; kalau jalannya santai, alon-alon waton kelakon, dia pasti orang Indonesia.

Kesibukan memang belum tentu buruk, tetapi hati-hati jangan sampai kesibukan membuat kita tak punya waktu untuk hal-hal yang justru penting. Pendeta, majelis, aktivis gereja, bisa terjebak kesibukan sehingga malah tidak memiliki waktu pribadi bersama Tuhan. Orangtua yang berkarier "demi anak" bisa sangat sibuk sehingga malah tak
punya waktu bersama anak. Suami yang sibuk bekerja demi membahagiakan istri, malah tidak punya waktu untuk bersama istrinya. Kesibukan justru mengaburkan tujuan awal dari aktivitas yang dilakukan.

Kesibukan bisa menghambat kebahagiaan, bahkan menghambat kita melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Sebab tanpa disadari kita mengabaikan banyak orang karena sibuk. Saat Yesus berkata hingga tiga kali dalam bacaan kita, "Gembalakanlah domba-dombaku", Dia memberi kita tanggung jawab penggembalaan. Yakni untuk peduli,
melindungi, memelihara, menghibur, mengobati yang terluka, mencari yang hilang.

Mari lihat kembali laju hidup ini. Lambatkan sedikit lajunya bila terlalu cepat, supaya kita bisa melihat kepenatan dan kesakitan orang yang dicambuk kehidupan, serta dapat melakukan sesuatu bagi mereka. Dengan kepedulian, semoga kita dapat memberi kesejukan, dan kekuatan baru.

Yohanes 21:15-17

15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon,
anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka
ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa
aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah
domba-domba-Ku."
16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya:
"Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata
Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus
karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau
mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu
segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata
Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Read more...

April 02, 2008

BERBUAT LEBIH

KASIHILAH ORANG LAIN DI ATAS RATA-RATA SUPAYA KASIH ANDA BENAR-BENAR TERASA
Nats: Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati (Lukas 6:36)

Pada tahun 2006, Dr. Samuel Weinstein, ahli bedah jantung anak ternama di New York, mengadakan pelayanan kemanusiaan di El Salvador. Bersama timnya, ia mengoperasi jantung seorang bocah miskin berusia 8 tahun. Setelah 11 jam, terjadi pendarahan di tengah operasi. Tak ada cukup obat untuk menghentikannya. Persediaan darah menipis, sebab golongan darah si anak langka: B-negatif. Kebetulan Dr. Weinstein bergolongan darah sama. Dengan segera ia mundur dari meja operasi, meminta suster mengambil darahnya, lalu kembali bergabung dengan timnya. Pengorbanannya tak sia-sia. Anak itu selamat, karena Dr.Weinstein rela berbuat lebih dari yang seharusnya.

Yesus mengajarkan bahwa sebagai anak Allah kita harus berbuat lebih bagi sesama. Lebih dari biasa. Dunia mengajarkan: kasihilah saudaramu, bencilah musuhmu. Yesus mengajarkan: kasihilah juga musuhmu (ayat 27). Dunia mengajarkan balas dendam jika perlu. Yesus mengajar kita supaya mengalah dan mengampuni. Dunia mengajar kita
berbuat baik kepada orang yang berjasa pada kita. Yesus mengajar kita untuk berbuat baik, bahkan terhadap musuh. Mengapa demikian? Karena Bapa kita begitu murah hati. Jadi, kita pun harus menunjukkan kemurahan hati Bapa kepada orang lain (ayat 36). Di tengah dunia yang kasihnya penuh hitung-hitungan, Yesus mengajak kita menunjukkan
kasih yang habis-habisan.

Tidak cukup bagi kita untuk mengasihi orang "sedang-sedang saja." Kita perlu berbuat lebih. Pikirkanlah orang-orang yang akan Anda jumpai hari ini. Renungkan, bagaimana saya bisa menunjukkan kasih dengan lebih lagi?

Lukas 6:27-36

27. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata:
Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci
kamu;
28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah
bagi orang yang mencaci kamu.
29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga
kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil
jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan
janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil
kepunyaanmu.
31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat
kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah
jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang
yang mengasihi mereka.
33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat
baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat
demikian.
34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena
kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu?
Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,
supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada
mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka
upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang
Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu
berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah
hati."

Read more...

April 01, 2008

MAKAN SEPUASNYA

KERAJAAN SURGA ADALAH KERAJAAN ALLAH, BUKAN KERAJAAN AKU
Nats: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala
sesuatu; dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan
di-ciptakan" (Wahyu 4:11)

Sepasang suami-istri menjalani hidup sehat, antara lain dengan melakukan diet ketat, nyaris vegetarian. Alkisah, mereka mencapai umur panjang dan meninggal bersama-sama dalam usia lanjut. Di surga, mereka diundang ke perjamuan yang mewah. Aneka hidangan, yang dulu tak berani mereka sentuh saat masih di bumi, tersaji secara berlimpah. Ternyata di surga mereka tak perlu berpantang makan. Mendengar penjelasan itu, sang suami mengamuk pada istrinya, "Kalau kau tidak memaksaku makan sereal hambar itu, mungkin dua puluh tahun lalu aku sudah sampai di sini, tahu nggak?"

Pernah membayangkan surga seperti cerita di atas? Kita membayangkan surga sebagai tempat untuk melampiaskan keinginan yang kita kekang selama di bumi. Namun, jika kita berfokus pada keinginan diri, itu berarti kita sedang membayangkan surga yang lain dari yang diulurkan Kristus.

Kerajaan Surga disebut juga Kerajaan Allah, bukan Kerajaan "aku". Surga berpusat kepada Allah sebagai Raja, sang pemegang kedaulatan tertinggi (ayat 8-11). Surga bukan tempat pelampiasan kehendak diri, melainkan tempat kehendak Tuhan digenapi. Di surga, kita dapat melakukan sepuasnya bukan apa yang kita ingini, melainkan apa yang
semestinya kita lakukan sebagai anak Allah. Dan, justru dengan mematuhi kehendak Allah itulah kita dipuaskan.

Hebatnya, hidup dengan cara surgawi bisa kita mulai saat ini. Yakni dengan belajar hidup tidak egois atau sekehendak hati. Sebaliknya, kita belajar untuk selalu mempertimbangkan masak-masak; apakah sikap, ucapan, dan tindakan kita selaras dengan kehendak Allah.

Wahyu 4:1-11

1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah
pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar,
berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke
mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi
sesudah ini.
2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta
terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata
yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta
itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di
takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai
pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang
menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu:
itulah ketujuh Roh Allah.
6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal;
di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat
makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah
belakang.
7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk
yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga
mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat
sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam,
sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan
dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam:
"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah
ada dan yang ada dan yang akan datang."
9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan
puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk
di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan
Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang
hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di
hadapan takhta itu, sambil berkata:
11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala
sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan
diciptakan."

Read more...

SIAPAKAH AKU?

DIKASIHI TUHAN, ITU SUDAH BERKAT YANG LUAR BIASA
Nats: Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? ... sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)
Seorang biolog dari Hongkong pernah meneliti tubuh manusia dan mengatakan bahwa dalam diri seorang manusia terdapat berbagai unsur bahan kimia seperti lemak, zat besi, fosfor, kapur, air, dengan jumlah yang nilainya dalam rupiah kira-kira sebesar data berikut:
  • Lemak, yang hanya dapat dibuat sebatang lilin = Rp500,00
  • Zat besi, yang hanya dapat dibuat 1 ons paku = Rp300,00
  • Fosfor, yang hanya dapat dibuat sekotak korek api = Rp500,00
  • Kapur, yang hanya untuk melabur sebuah kandang anjing = Rp1.000,00
  • Air, yang dapat diperoleh secara gratis = Rp0,00


Jika perhitungan ini benar, maka nilai seorang manusia hanya sekitar Rp2.300,00. Wah, betapa murahnya! Apalagi jika mengingat fakta bahwa manusia diciptakan dari debu tanah, maka semakin dihitung sebenarnya kita -- manusia ini -- makin tidak ada harganya. Berdasarkan kebenaran tersebut, maka kita pasti akan terheran-heran saat melihat betapa indahnya karya dan berkat-berkat Allah bagi kita. Dan seperti raja Daud, kita juga akan bertanya hal yang sama kepada-Nya: "Tuhan, siapakah kami manusia ini sehingga Engkau membuat kami segambar dengan-Mu -- memberi kami napas hidup, memerhatikan, bahkan mengindahkan kami?" (ayat 5,6).

Biarlah kita yang tidak berharga, tetapi telah dibuat Tuhan menjadi sangat berharga, makin memuliakan Tuhan saja dari hari ke hari. Tidak lupa diri, tidak banyak menuntut Tuhan, sebaliknya lebih banyak bersyukur. Jikalau bukan Tuhan, kita ini tidak ada apa-apanya dan bukanlah siapa-siapa.

Mazmur 8:4-10

3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan
bintang-bintang yang Kautempatkan:
4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah
anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti
Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga
binatang-binatang di padang;
8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa
yang melintasi arus lautan.
9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di
seluruh bumi!

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP