Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

June 07, 2009

Sebuah Renungan tentang keSUKSESan

Saya coba menjabarkan kisah SUKSES saya berdasarkan pengalaman saya sendiri...

Saya banyak terpengaruh oleh keSUKSESan Kelvin Hui (kemarin malam sempat Chatt dan ngobrol banyak sama dia).

Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder dari ambatch.com dan SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta dollar hanya untuk mempromosikan Yahoo! Di Hongkong, Korea, dan Jepang selama tiga tahun!

Yang menarik, manusia ini justru sangat-sangat sederhana dalam berpakaian, tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang keSUKSESan.

SUKSES itu sederhana, SUKSES tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, SUKSES itu tidak serumit/serahasia seperti kata Robert Kiyosaki/Tung Desem Waringin, SUKSES itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA! Karena keSUKSESan terbesar ada pada diri Anda sendiri...

Bagaimana kamu tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum, itu adalah SUKSES pertama-mu!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah keSUKSESan Anda yang kedua...

Ketika Anda ke sekolah, bahkan bisa menikmati studi S1 di saat setiap menit ada 10 siswa yang drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah SUKSES Anda yang ketiga...

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan di bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang lainnya menjadi pengangguran, itulah keSUKSESan Anda yang keempat...

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada tiga juta orang yang mati kelaparan setiap bulannya, itulah keSUKSESan Anda yang kelima...

SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya...

Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click!" yang dibintangi oleh Adam Sandler, "family comes first," begitu kata-kata terakhirnya kepada anaknya sebelum ia meninggal...

Saking sibuknya Adam Sandler dalam mengejar keSUKSESan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak-istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahnya, keluarganya berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya tidak mengenal siapa ayahnya...

SUKSES selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-menerus menjadi best seller dengan membuat keSUKSESan menjadi suatu hal yang rumit dan sukar diperoleh...

SUKSES tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, resort mewah di Karibia, dll.

Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa SUKSES memiliki arti yang berbeda...

SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja...

SUKSES sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, SUKSES sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda. Pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya. Pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda harus bersiap lagi menghadapi episode yang baru.

SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak menipu, apalagi scam, dan selalu rendah hati.

SUKSES itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit. SUKSES sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami adalah seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa, hidup saya begitu nelangsa cuma
mampu makan nasi warteg satu kali sehari dengan menu nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng. Tetapi ternyata nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika...

Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan. Tetapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Chicago...

Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 7 km, memakai baju yang lusuh, tas yang kotor, dan alat tulis seadanya. Datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman, tetapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama-sama sampai di tujuan ternyata...

Beberapa minggu yang lalu saya diundang seorang teman ke rumah barunya, untuk menikmati ruang auditoriumnya. Ada speaker untuk karaoke, ada tape untuk mendengarkan musik, ada home theater... Dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja harganya $40.000 atau sekitar 395 juta rupiah, saya disuruh mendengarkan waktu beliau memutar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass-nya bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga. Sama nikmatnya dengan mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya cuma seharga $30an saja ...

Pernahkah Anda menyadari?

Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar. Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.

Ya, Anda mungkin harus bekerja siang dan malam untuk membayar KPR selama 15 tahun atau membeli mobil/motor secara kredit selama tiga tahun.

Namun itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam hari kepada penawar yang tertinggi, untuk mendapatkan uang agar bisa membeli makanan, membayar pulsa telepon dll...

Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda, tetapi diri Anda sendiri.

Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat daripada orang bodoh, karena semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...

Itu sebabnya mengapa harga dua jam Robert Kiyosaki untuk berbicara di suatu seminar = 200 juta rupiah, atau harga 2 jam seminar Tung Desem Waringin mencapai 100 juta...

Itu sebabnya mengapa Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar $200.000.000 hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk menjadi mahal bukan karena merk-nya, namun karena produk tersebut dipakai oleh siapa...

Itu sebabnya bola basket bekas milik Michael Jordan bisa terjual $80.000.000 sedangkan bola basket bekas dengan merk yang sama bila dijual harganya justru turun...

Hidup ini lucu, kita seperti mengejar fatamorgana. Bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga dan akhirnya sampai di tujuan, yang kita lihat hanya pantulan sinar matahari saja...

Lucu, bila setelah membaca tulisan di atas, Anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem kepada orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri Anda, mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, istri, anak, pacar dan sahabat-sahabat Anda.

Lakukanlah selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, karena LIFE IS SO SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke...

Enjoy your life, because life is so short...

Read more...

May 24, 2009

TIDAK PERLU MENUNGGU

INGIN MEMPERBAIKI NEGERI INI? JANGAN MENUNGGU! KITA BISA MEMULAI DARI DIRI SENDIRI
Nats: "Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu ..." (Nehemia 1:11)


Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya kesadaran akan rasa kesatuan dan nasionalisme yang muncul pada 1908. Kesadaran ini muncul ketika Dr. Sutomo dan beberapa kawannya mendirikan perkumpulan pemuda yang bernama Boedi Oetomo. Perkumpulan ini berawal dari diskusi-diskusi beberapa pemuda yang prihatin dengan nasib bangsanya ketika itu. Dari perkumpulan ini lama-lama berkembang menjadi
kesadaran akan rasa kesatuan dan nasionalisme, yang pada akhirnya memuncak pada hari Sumpah Pemuda.

Apabila kita melihat sekilas gerakan ini muncul bukanlah dari keseluruhan rakyat Indonesia, tetapi dari beberapa orang individu yang peduli terhadap bangsa. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi dengan bangsa Israel pada zaman Nehemia. Ketika itu bangsa Israel sedang ada dalam masa pembuangan. Sementara itu, keadaan tanah air
mereka sedang dalam kesukaran besar dan sangat tercela (ayat 3). Situasi inilah yang membuat Nehemia terpanggil untuk membangun kembali negerinya. Maka, mulailah ia berdoa untuk mengakui segala dosa bangsanya dan meminta pimpinan Tuhan agar bangsanya dapat kembali ke tanah air. Dan akhirnya, dimulai dari kerinduan seorang Nehemia, muncullah kecintaan bangsa Israel akan tanah air. Puncaknya adalah dibangunnya kembali tembok Yerusalem, simbol persatuan dan kesatuan.


Ya, kadang untuk membangun dan memperbaiki sebuah keadaan tidak perlu menunggu para petinggi dan pemimpin bergerak, juga tidak perlu menunggu pihak atau golongan tertentu mencetuskannya. Mulailah dari diri kita sendiri, di lingkungan yang paling dekat.

Nehemia 1:1-11

1. Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua
puluh, ketika aku ada di puri Susan,
2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan
beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang
orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan
dan tentang Yerusalem.
3 Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di
daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran
besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah
terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar."
4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan
berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke
hadirat Allah semesta langit,
5. kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha
besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih
setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap
mengikuti perintah-perintah-Nya,
6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa
hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam
bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa
yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan
kaum keluargaku telah berbuat dosa.
7 Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti
perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan
yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.
8 Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu,
yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di
antara bangsa-bangsa.
9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti
perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang
buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali
dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku
diam di sana.
10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah
Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu
yang kuat?
11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan
kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan
biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan
dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.

Read more...

PULANGNYA SANG RAJA

KARENA TUBUH KRISTUS TERANGKAT MENGATASI SEMUA LANGIT, KUASA-NYA AKAN TERSEBAR MELEWATI SEGALA BATASAN
Nats: Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah (Markus 16:19)


Hari yang paling menggembirakan bagi Yesus, menurut Philip Yancey, barangkali adalah hari kenaikan-Nya ke surga. "Dia, sang Pencipta, yang telah turun begitu jauh dan melepaskan begitu banyak, sekarang akan pulang. Seperti prajurit yang kembali menyeberangi samudra setelah perang yang panjang dan penuh darah. Seperti astronot yang melepaskan baju antariksanya untuk menghirup udara bumi yang manis. Akhirnya sampai di rumah," tulisnya.

Yesus "pulang" ke surga sebagai Raja. Markus mencatat, setelah menyampaikan amanat kepada para murid, Dia terangkat ke surga dan "duduk di sebelah kanan Allah" (ayat 19). Gambaran yang agung ini dapat dipahami sebagai kiasan tentang wewenang dan kekuasaan. Didalam Kitab Suci, "duduk di sebelah kanan Allah" berarti dianugerahi
kedudukan yang luhur sebagai pemangku kekuasaan tertinggi, suatu peran yang diberikan Allah secara simbolis kepada para raja di Perjanjian Lama (Mazmur 110:1). Injil Markus menyatakan, Yesus meninggalkan bumi menuju surga dan sekarang memerintah dengan wewenang Allah yang berdaulat. Yesus bertakhta sebagai Raja atas
segala raja.

Marilah kita bersukacita bersama dengan Yesus pada hari kenaikan-Nya! Kita dapat menyanyikan lagu-lagu pujian yang mengagungkan Yesus sebagai Raja. Kenaikan-Nya menjanjikan bahwa masa depan kita terjamin dalam Kerajaan-Nya. Dia menghendaki kita menjadi duta pemerintahan surgawi-Nya yang penuh kasih selama kita tinggal di muka bumi ini. Dan, Dia memperlengkapi kita dengan Roh Kudus untuk menjalankan
pelayanan tersebut.

Markus 16:19-20

19. Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka,
terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru,
dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan
tanda-tanda yang menyertainya.

Read more...

BERPERANG SETIAP HARI

TANPA TUHAN, KITA BAGAI PRAJURIT YANG MAJU BERPERANG TANPA SENJATA
Nats: Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari Gibeon sampai Gezer (1 Tawarikh 14:16)


Bacaan dari 1 Tawarikh 14:8-17 berkisah tentang Daud yang baru diteguhkan menjadi raja atas bangsa Israel. Tantangan pertama yang dihadapinya adalah menghadapi orang-orang Filistin yang mau menangkapnya (ayat 8). Gentarkah Daud? Tidak. Ia memimpin bangsanya mengalahkan para penyerbunya. Apa kunci kemenangan Daud? Ini:
"Bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" Tuhan menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu" (ayat 10). Ya, Daud tidak lepas melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan dan tindakannya. Dan ia taat melaksanakan apa
perintah-Nya (ayat 16).

Setiap hari bagi kita adalah peperangan. Tentu bukan peperangan secara fisik, tetapi seperti kata Paulus, kita berperang melawan "penguasa-penguasa dunia gelap dan roh-roh jahat di udara" (Efesus 6:12). Artinya, peperangan rohani. Kita akan senantiasa berhadapan dengan serbuan godaan, ancaman, dan pencobaan yang bisa menghancurkan hidup, merebut kebahagiaan keluarga, merampas semangat pelayanan, dan
menggoyahkan iman kita kepada Tuhan -- baik yang datang dari diri sendiri; misalnya kemalasan, kesombongan, pikiran dan prasangka buruk, maupun yang datang dari luar diri kita; misalnya kepahitan dan persoalan hidup, atau juga bisa berupa kesenangan dan tawaran duniawi.

Menghadapi semua itu, tidak ada jalan lain. Seperti Daud, kita perlu selalu melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan dan tindakan kita. Intinya, jangan jauh-jauh dari Tuhan. Selalu berpegang pada-Nya.

1Tawarikh 14:8-17

8. Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi
menjadi raja atas seluruh Israel, maka majulah semua orang
Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu,
lalu majulah ia menghadapi mereka.
9 Ketika orang Filistin itu datang dan mengadakan penyerbuan di
lembah Refaim,
10 bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju
melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke
dalam tanganku?" TUHAN menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan
mereka ke dalam tanganmu."
11 Lalu majulah ia ke Baal-Perasim, dan Daud memukul mereka
kalah di sana. Berkatalah Daud: "Allah telah menerobos musuhku
dengan perantaraanku seperti air menerobos." Sebab itu orang
menamakan tempat itu Baal-Perasim.
12 Orang Filistin itu meninggalkan para allahnya di sana, lalu
orang Israel membakarnya habis atas perintah Daud.
13 Ketika orang Filistin menyerbu sekali lagi di lembah itu,
14 maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah
menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah
gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat
menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
15 Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak
pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau keluar bertempur,
sebab Allah telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah
tentara orang Filistin."
16 Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya,
maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari
Gibeon sampai Gezer.
17 Lalu termasyhurlah nama Daud di segala negeri, dan TUHAN
mendatangkan rasa takut kepadanya atas segala bangsa.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP