Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

October 13, 2009

PENGARUH MUSIK

MUSIK MEMILIKI KEKUATAN BESAR GUNAKAN UNTUK MENJANGKAU JIWA-JIWA BAGI KRISTUS
Nas: Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita (Mazmur 40:4)


Di dunia ini, musik terdengar di setiap hari, di setiap tempat. Kelompok band bermunculan dan berlomba menampilkan musik terbaik. Dan memberi pengaruh sangat besar bagi para pendengarnya. Tak hanya lewat lirik, tetapi juga penampilan sang penyanyi. Terutama bagi anak muda, bahkan anak-anak. Padahal Iblis bisa saja memakai musik untuk menanamkan pengaruh-pengaruh buruk, yang merusak dan menghancurkan. Misalnya, beberapa lagu populer dinyanyikan oleh figur publik yang bermasalah dan hidupnya sembarangan, atau lirik lagunya yang sarat dengan pesan negatif atau tak berisi sama sekali.


Sebagai orang percaya, seharusnya kita tak terjebak mendengarkan musik yang hanya enak didengar. Daripada mendengarkan musik dunia yang mentransfer pengaruh negatif, lebih baik kita memilih mendengarkan dan menyanyikan musik rohani yang membangun iman. Allah memberi nyanyian baru kepada Daud supaya Daud memuji-Nya. Dan, syair nyanyian Daud tentang Allah menjadi kesaksian efektif tentang Pribadi Allah. Sehingga, orang-orang yang mendengar akan berpaling kepada-Nya (ayat 4).

Bagi kita yang terlibat dalam pelayanan musik atau pujian penyembahan, marilah bersungguh-sungguh melayani Tuhan melalui talenta yang Tuhan berikan. Sadarilah bahwa kita dapat menggunakan musik rohani untuk menyampaikan kesaksian tentang Tuhan kepada orang lain. Jika Iblis bisa memakai musik untuk merusak generasi muda, kita harus melawannya dengan memakai musik yang menjangkau generasi muda. Banyak orang bertobat dan percaya kepada Yesus setelah mendengarkan lagu-lagu rohani. Jadi, menyanyilah untuk Tuhan.

Mazmur 40:1-6

1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat
menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar
teriakku minta tolong.
2. (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa;
Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,
3. (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah
kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya
kepada TUHAN.
4. (40-5) Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN,
yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada
orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
5. (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku,
perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang
dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan
mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
6. (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban
sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan
korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Read more...

ANAK HILANG

MENJADI SEPERTI SI BUNGSU ATAU SI SULUNG SAMA BURUKNYA
Nas: Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali (Lukas 15: 24)


Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku," begitu protes si sulung kepada ayahnya. "Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia."


Cerita si anak yang hilang adalah salah satu kisah sangat terkenal dari Alkitab. Biasanya yang menjadi fokus adalah si bungsu. Ia menuntut harta warisan bagiannya, pergi dari rumahnya, menghamburkan harta miliknya, jatuh miskin, menyadari dan menyesali perbuatannya, lalu kembali ke rumah ayahnya. Itu adalah gambaran yang dekat dengan kita. Kita terjerumus ke dalam dosa, lalu bertobat, dan mendapat pengasihan Bapa Surgawi.

Namun, sebetulnya sosok si sulung pun tidak kurang jauh dari gambaran kita. Bahkan, mungkin kita lebih kerap seperti itu. Kita memang tidak sampai "terhilang"; kita tetap ke gereja, aktif dalam pelayanan, pendeknya kita adalah orang baik-baik, tidak pernah terjerumus dalam "kemabukan duniawi". Tetapi, kita hidup dalam ketidaktulusan. Kita melakukan semua kebaikan itu dengan pamrih memperoleh "upah". Itulah sebabnya ketika ada "pendosa" yang bertobat dan kemudian mendapat pengasihan Tuhan, kita protes tidak bisa terima. Sebab kita merasa lebih layak, lebih baik. Diam-diam kita telah menjadi hakim atas sesama kita.

Maka, entah kita sebagai si bungsu atau si sulung, kita ini tetap si anak hilang. Tidakkah kita rindu kembali kepada Bapa?

Lukas 15:11-32

11. Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian
harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan
harta kekayaan itu di antara mereka.
13. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya
itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta
miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di
dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan
babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang
upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini
mati kelaparan.
18. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19. aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai
salah seorang upahan bapa.
20. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh,
ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas
kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan
mencium dia.
21. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga
dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke
mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah
cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah
kita makan dan bersukacita.
24. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang
dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian
tari-tarian.
26. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa
arti semuanya itu.
27. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih
anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya
keluar dan berbicara dengan dia.
29. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku
melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi
kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk
bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta
kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa
menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan
aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan
menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Read more...

RUMAH YANG HARUM

KEHARUMAN RUMAH BUKAN DITENTUKAN OLEH FASILITASNYA MELAINKAN SIKAP PENGHUNINYA
Nas: Lalu Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu (Yohanes 12:3)


Karena minyak narwastu yang dituangkan Maria ke kaki Yesus, maka seluruh rumah tempat mereka berada, menjadi harum dan menyegarkan. Bau harum, pada awalnya diciptakan dari bahan-bahan alami, melalui proses penyulingan. Baik dari bunga, buah, rempah-rempah, atau sejenis kayu-kayuan. Begitu pula parfum yang dibawa Maria. Parfum itu terbuat dari bahan rempah, yakni akar narwastu, yang biasa dipakai sebagai parfum untuk ruangan raja (Kidung Agung 1,12, 4:14).


Minyak narwastu ini sangat mahal, bahkan senilai gaji buruh selama satu tahun (Yohanes 12:5). Namun, sesungguhnya pengorbanan Maria yang terbesar bukan pada minyak narwastunya, tetapi bahwa ia bersedia menyeka kaki Tuhan Yesus dengan rambutnya. Barangkali banyak orang bisa gampang berkorban harta, tetapi Maria mau melakukan sesuatu yang lebih dari itu; ia berkorban "diri". Mengapa? Karena kasih dan hormatnya kepada Tuhan Yesus.

Sikap yang ditunjukkan oleh keluarga Marta dan Maria dalam Yohanes 12 ini patut dicontoh. Bukan hanya karena mereka mengharumkan ruangan dengan parfum. Melainkan karena mereka menciptakan keharuman lain, yang muncul dari sikap baik yang ditunjukkan oleh para penghuni rumah itu. Kita melihatnya ketika mereka mengundang Yesus datang ke perjamuan. Di situ setiap penghuninya memainkan peran yang berarti: mau melayani seperti Marta (ayat 2), mau berkorban seperti Maria (ayat 3), dan bukan menyalahkan seperti Yudas (ayat 4). Biarlah tempat tinggal kita, juga sesemerbak rumah mereka, oleh keharuman sikap dari setiap anggota keluarga.

Yohanes 12:1-5

1. Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal
Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang
salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal
harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan
rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan
segera menyerahkan Dia, berkata:
5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan
uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Read more...

KUASA MANUSIA

ORANG YANG DIKUASAI OLEH ALLAH TIDAK AKAN TAKUT OLEH KUASA APA PUN DAN SIAPA PUN
Nas: Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon; ketika aku lewat, lenyaplah ia (Mazmur 37:35-36)


Setiap tahun majalah TIME menetapkan 100 nama orang paling berpengaruh di dunia. Uniknya, nama-nama itu berubah terus. Mereka yang tahun lalu dipandang paling berpengaruh, bisa jadi tahun ini tidak lagi. Kejayaan manusia bisa sirna hanya dalam hitungan bulan. Salah satu contoh yang ekstrem tampak ketika Tim Russert ditetapkan sebagai jurnalis paling berpengaruh pada TIME edisi Mei 2008. Namun, baru sebulan kemudian, Russert meninggal dunia karena serangan jantung. Betapa fana kuasa manusia!


Pemazmur sadar benar akan keringkihan manusia. Seseorang bisa saja sangat kuat kuasanya. Ia bisa seperti pohon aras Libanon (ayat 35) yang kayunya terkenal paling kokoh, kuat, tak tergoyahkan bagai kayu jati. Orang paling berkuasa ini bisa memakai kuasanya untuk menindas kaum lemah. Atau, pamer kuasa dan fasik. Tidak percaya Tuhan karena mengandalkan kekuatan diri. Namun, orang semacam ini bisa dengan mudah dilenyapkan Tuhan. Kuasa manusia berada di bawah kuasa Allah. Sebaliknya, orang yang tulus hati dan jujur akan diteguhkan oleh kuasa Tuhan. Mungkin di mata manusia, mereka tidak punya kuasa istimewa. Orang-orang biasa saja. Tetapi, naungan kuasa Allah membuat mereka bisa luput dari pengaruh kuasa orang fasik (ayat 40).

Kita hidup di tengah masyarakat yang gila kuasa. Dari panggung politik sampai ruang rapat gereja, orang berebut mencari kuasa. Kadang dengan cara licik. Betapa bodohnya! Sebenarnya tidak penting kita menjadi orang yang berkuasa. Jauh lebih penting menjadi orang yang dikuasai dan dipengaruhi Allah!

Mazmur 37:34-40

34. Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan
mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat
orang-orang fasik dilenyapkan.
35. Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar
seperti pohon aras Libanon;
36. ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak
ditemui.
37. Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang
jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;
38. tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan
masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
39. Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat
perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
40. TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka
dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab
mereka berlindung pada-Nya.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP