Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

October 17, 2009

JIKA JASA DILUPAKAN

LUPAKAN KEBAIKAN YANG KITA BERIKAN DAN SELALU INGAT SETIAP KEBAIKAN YANG KITA TERIMA
Nas: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan... berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah (Filipi 3:13-14)


Petuah China mengatakan, "Jika engkau menerima sesuatu dari orang lain, tulislah itu pada batu; tetapi jika engkau memberi sesuatu kepada orang lain, tulislah itu di atas pasir." Yang di batu akan terukir. Yang di pasir akan terhapus. Ungkapan ini mengajar kita seni "mengingat" sekaligus seni "melupakan". Mengingat budi baik orang lain. Melupakan kebaikan diri sendiri.


Sebuah adegan dalam perjalanan Yesus menuju Yerusalem ingin mengajarkan hal serupa. Sosok orang Samaria yang sakit kusta hendak mengajarkan kepada kita seni mengingat kebaikan, terlebih kebaikan Tuhan (Mazmur 103:2). Yakni dengan mengucap syukur kepada-Nya. Sedangkan dari sikap sembilan orang kusta lain yang pergi begitu saja, kita belajar dari Yesus tentang seni melupakan kebaikan yang telah kita perbuat. Jika terus mengingatnya, kita akan tiba pada kekecewaan belaka. Sebab, akan lebih banyak orang yang tidak tahu berterima kasih dibandingkan yang sebaliknya. Namun, apakah Yesus kecewa dan berhenti melayani? Tidak! Sebab Dia tahu seni "melupakan" dan tidak berharap pada yang tidak ada.

Anda sedang jengkel, sedih, atau kecewa karena jasa Anda dilupakan? Anda sedang geleng-geleng kepala menatap orang yang tak tahu berterima kasih atas budi baik Anda? Anda sedang bertekad untuk berhenti berbuat baik karena nyatanya percuma saja? Urungkan niat Anda! Hal itu akan menghambat pertumbuhan iman Anda. Pandanglah Yesus dan belajarlah kepada-Nya untuk "melupakan" jasa-jasa kita. Sebaliknya, jangan pernah lupakan kebaikan Tuhan kepada Anda.

Lukas 17:11-19

11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan
Samaria dan Galilea.
12. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta
menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13. dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
14. Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah
dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan
mereka menjadi tahir.
15. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali
sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16. lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-
Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah
menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18. Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah
selain dari pada orang asing ini?"
19. Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu
telah menyelamatkan engkau."

Read more...

BUKAN URUSAN PRIBADI

BENIH DOSA ITU TUMBUH SUBUR ANDA MENANAMNYA, SEISI RUMAH MENUAI BUAHNYA
Nas: Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya (Keluaran 20:5)


Seorang bapak sedang tergila-gila dengan selingkuhannya. Padahal ia telah memiliki empat orang anak. Terdorong oleh rasa prihatin, pendetanya datang membesuk. Sang pendeta menyatakan bahwa apa yang dilakukan bapak itu bukan hanya berdosa, melainkan juga akan berdampak buruk bagi anak-anaknya. Mendengar teguran itu, sang bapak merasa tidak senang. "Maaf, Pak Pendeta tidak perlu mencampuri urusan rumah tangga kami. Ini urusan pribadi saya. Kalau saya berdosa, saya sendiri yang akan menanggung hukumannya!"

Di dalam sepuluh perintah Allah, tampak jelas bahwa dosa yang kita lakukan punya dampak sosial. Selain melawan Allah, dosa juga merugikan sesama. Misalnya, dalam perintah kedua dinyatakan bahwa orang percaya dilarang memberhalakan apa pun dan siapa pun (ayat 4,5). Jelas perintah ini menyangkut soal hubungan kita dengan Tuhan. Namun, pelanggaran terhadapnya berdampak juga pada anak-anak, bahkan sampai keturunan ketiga dan keempat dari si pelaku (ayat 5,6). Fakta membuktikan: orangtua yang pembohong, pemarah, atau hidup dalam perzinaan, akan membawa teladan negatif pada anak-anaknya. Tanpa disadari, keturunannya pun menanggung dampak dari pendidikan yang kacau dalam keluarga. Belum lagi anak-anak yang lahir di luar nikah. Banyak anak yang menanggung beban berat karena kesalahan orangtuanya.

Apakah Anda sedang digoda untuk berbuat dosa tertentu? Ayo berpikir panjang! Jangan pernah berkata bahwa kelakuan kita yang berdosa adalah urusan pribadi. Orang-orang yang Anda kasihi bisa menuai buah pahit dari perbuatan Anda!

Keluaran 20:1-6

1. Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
2. "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah
Mesir, dari tempat perbudakan.
3. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di
langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di
dalam air di bawah bumi.
5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab
Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan
kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga
dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
6. tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu
mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-
Ku.

Read more...

BUDDY

KEKRISTENAN ITU BHINNEKA TUNGGAL IKA: BERBEDA-BEDA, TETAPI SATU DALAM IMAN KEPADA KRISTUS
Nas: Allah, yang mengenal hati manusia, memberi kesaksian untuk mereka dengan mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka sama seperti kepada kita (Kisah Para Rasul 15:8)


Apa yang terjadi jika seorang bayi di panti asuhan terangkut di kantong Sinterklas ke Kutub Utara? Ia akan dibesarkan para kurcaci. Kisah dalam film Elf itu secara unik menggambarkan kasih dan penerimaan terhadap sosok yang begitu berbeda. Buddy, yang bertumbuh dua kali lebih besar dari para kurcaci, disambut dengan hangat. Saat ia tidak mampu menandingi kecakapan para kurcaci dalam merakit mainan, ia dicarikan tugas yang sesuai dengan kemampuannya.

Beberapa orang Farisi yang telah menjadi orang percaya gagal menunjukkan penerimaan terhadap orang percaya lain yang berasal dari bangsa bukan Yahudi. Mereka menuntut agar orang-orang itu juga disunat dan mematuhi hukum Musa. Rupanya, meskipun telah percaya dan menerima Kristus, mereka masih mengenakan kacamata tradisi yg bertolak dari kepercayaan lama.

Petrus dengan tegas menampik pandangan mereka. Di dalam Kristus, Allah tidak lagi membedakan antara bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi. Anugerah-Nya merangkul setiap orang dari bangsa mana pun yang datang kepada-Nya dengan iman. Petrus seakan-akan berkata, "Kalau Allah saja sudah menyambut mereka, mengapa kita masih menjaga jarak, seolah-olah kita lebih kudus dari mereka?"

Ada kecenderungan untuk menyikapi perbedaan dengan prasangka, termasuk di kalangan umat kristiani. Tuhan menantang kita untuk menerima saudara seiman yang berbeda dengan kita sebagaimana Dia telah menerima kita; dan tanpa memaksakan cara pandangan kita pada orang lain. Perbedaan malah patut dirayakan karena berpotensi memperkaya kehidupan kita.

Kisah Para Rasul 15:1-12

1. Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan
kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut
adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat
diselamatkan."
2. Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah
pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan
Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada
rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan
soal itu.
3. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka
berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu
mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak
mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara
di situ.
4. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-
rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala
sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.
5. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi
percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus
disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
6. Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk
membicarakan soal itu.
7. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran
mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka:
"Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah
memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku
bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
8. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-
Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga
kepada mereka sama seperti kepada kita,
9. dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan
mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
10. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan
pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul,
baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
11. Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
12. Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan
Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan
Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa
lain.

Read more...

October 13, 2009

ORANG KRISTEN

Nas: Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan (Keluaran 20:7)
MENGIKUTI KRISTUS BERARTI BERPIKIR, BERKATA-KATA, DAN BERJALAN SEPERTI DIA


Seiring berlalunya waktu, beberapa kata tertentu dalam bahasa Indonesia mengalami penurunan makna. Contohnya "mahasiswa". Kata "mahasiswa" memiliki pengertian "siswa yang lebih tinggi atau agung derajatnya daripada siswa tingkat dasar dan menengah". Namun, saat ini makna "mahasiswa" bisa dibilang turun. Kata ini hanya sebatas merujuk para pelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau universitas. Tidak lebih. Apalagi di Indonesia, ketika mahasiswa kerap terlibat tawuran, maka nilai "namanya" semakin turun lagi.


Di Antiokhia, para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Dan orang-orang pada zaman itu sungguh-sungguh melihat perbedaan cara hidup para pengikut Kristus itu, juga dampak positif keberadaan mereka bagi sekelilingnya. Itu sebabnya kehadiran mereka dirindukan, bukan dihindari. Pada zaman ini, Kristen barangkali hanya merujuk pada orang-orang yang datang beribadah di gereja setiap hari Minggu. Jika demikian, maka sebutan Kristen sudah mengalami penurunan makna. Sebagai pemilik identitas Kristen, kita punya andil untuk turut memaknai kata tersebut. Yakni mencerminkan ajaran-ajaran-Nya, dengan membagikan kasih serta memberi dampak yang nyata kepada sesama.

Sudahkah orang lain "mengecap dan mengalami" Kristus; saat berbincang, berelasi, hidup bersama selingkungan dengan kita? Berapa banyakkah di antara mereka yang berkata, "Aku melihat hidupmu berbeda dengan orang kebanyakan. Apa rahasianya?" Pada saat itulah, biar nama-Nya dimuliakan. Dan menjadi waktu yang sangat tepat untuk membagikan Injil.

Kisah Para Rasul 11:19-26

19. Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena
penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka
tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka
memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.
20. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang
Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada
orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah
Tuhan.
21. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi
percaya dan berbalik kepada Tuhan.
22. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di
Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
23. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah,
bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap
setia kepada Tuhan,
24. karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan
iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
25. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah
bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
26. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya,
sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu
untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP