Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

November 09, 2009

TIPP-EX

SETIAP DETIK DALAM HIDUP INI TAK AKAN PERNAH TERULANG LAKUKANLAH KEHENDAK ALLAH, AGAR KITA TAK MENYESAL KELAK
Nas: ... supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. (1 Petrus 4:2)

Bacaan: 1 Petrus 4:1-5
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 11-13

Dalam dunia tulis menulis, tipp-ex bukanlah benda yang asing. Tipp-ex membuat si penulis dapat mengoreksi kesalahan dalam tulisannya. Dan, rasa hati jadi lebih tenang jika kita dapat mengoreksi kesalahan yang telah terjadi. Sayangnya, kehidupan kita tidak dilengkapi dengan "tipp-ex"!

Sebuah ungkapan mengatakan "penyesalan selalu datang terlambat". Ya, biasanya kesadaran itu muncul saat sudah "kena batunya". Orang yang menyesal kerap ingin memutar ulang kehidupan untuk mengoreksi kesalahannya, atau menghapus "noda hitam" itu dari lembaran hidupnya. Namun, hidup terus berjalan maju. Satu arah.

Jika demikian, adakah cara supaya kita tidak salah langkah? Firman Tuhan mengingatkan pada sikap yang harus diambil dalam hidup: pergunakan waktu yang ada sesuai kehendak Allah, jangan kehendak diri sendiri! Dan, kehendak Allah itu dapat kita ketahui dari firman-Nya. Inilah langkah yang benar dan bijaksana. Firman Allah selalu menjadi pedoman dan standar kita untuk menjalankan hidup yang berkenan kepada-Nya. Mungkin kehendak Allah terasa berat bagi kita; bahkan tak jarang kita harus mengorbankan keinginan diri sendiri, tetapi setialah.

Tugas apa yang Tuhan percayakan untuk Anda kerjakan hari ini? Persoalan apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Sediakan waktu lebih untuk menguji apakah langkah yang akan kita ambil merupakan kehendak-Nya. Dan sesuai dengan cara yang diajarkan dalam firman-Nya. Hidup yang merupakan anugerah Tuhan ini terlalu berharga untuk diisi dengan segala macam pementingan diri sendiri.

1 Petrus 4:1-5

1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun
harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --
karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah
berhenti berbuat dosa--,
2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan
manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
3. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan
kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup
dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora,
perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri
bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama,
dan mereka memfitnah kamu.
5. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang
telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Read more...

PERSEMBAHAN

PERSEMBAHAN YANG TERBAIK ADALAH SEGENAP HIDUP KITA SEBAGAIMANA YESUS TELAH MEMBERIKAN HIDUP-NYA
Nas: Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. (Roma 12:1)

Bacaan: Roma 12:1-3
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 14-17

Seorang gadis kecil_cacat dan yatim piatu_pada saat pengumpulan persembahan syukur di gereja, mempersembahkan cincin emasnya untuk pembangunan gedung gereja. Beberapa anggota majelis gereja kaget, dan setelah kebaktian usai mereka sepakat untuk menemui gadis kecil itu. "Nak, kami putuskan untuk mengembalikan cincin ini kepadamu karena kami tahu engkau lebih memerlukan cincin ini daripada kami. Di gereja ini masih ada banyak orang yang bisa menyumbang. Kamu jangan ya, Nak." Jawab gadis kecil itu, "Tetapi, Pak, saya bukan memberikan cincin ini untuk Bapak. Saya mempersembahkan cincin ini untuk Tuhan Yesus. Hanya cincin ini yang saya punya, yang terbaik untuk Tuhan Yesus."

Kita kerap bersikap seperti majelis gereja itu_salah mengerti terhadap konsep persembahan. Persembahan diberikan untuk Tuhan, tetapi kita memberikannya seolah-olah untuk manusia dan kita hitung-hitungan atau memberi ala kadarnya. Roma 12:1 dengan gamblang menjelaskan bahwa Tuhan tidak mau diperlakukan sembarangan. Dia tidak pernah memberi sembarangan kepada kita. Dia bahkan tidak menyayangkan nyawa-Nya untuk diberikan kepada kita. Sudah seharusnya kita memberi yang terbaik kapada Tuhan; bahkan hidup kita bagi-Nya; hidup yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya.

Setiap kita memberi persembahan di gereja, ingatlah bahwa kita bukan memberi kepada majelis gereja. Juga bukan untuk pamer, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Maka, berikanlah yang terbaik. Bukankah segala sesuatu yang ada pada kita adalah milik Tuhan?


Roma 12:1-3

1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan
kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang
hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah
ibadahmu yang sejati.
2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah
oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna.
3. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata
kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-
hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi
hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri
menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-
masing.

Read more...

SEMAKIN LANGKA

KEMURAHAN HATI pada ZAMAN SEKARANG INI IBARAT SEGELAS AIR SEGAR DI PADANG GERSANG
Nas: Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati (Lukas 6:36)

Bacaan: Lukas 6:27-36
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 18-21

Murah hati selalu berkenaan dengan sikap memberi; entah memberi waktu, tenaga, materi, atau juga memberi diri. Namun, tidak semua pemberian bertolak dari kemurahan hati. Sebab bisa saja orang memberi dengan maksud tertentu, alias ada pamrihnya.

Bahasa Yunani murah hati adalah eleemon (bahasa Ibrani: khessed). Kata ini mengandung tiga pengertian: (1) Simpati, kesediaan untuk menangung kesusahan dan kesedihan orang lain; (2) Empati, kesediaan untuk menempatkan diri pada "posisi" orang lain; ikut merasakan dan mengalami apa yang orang lain rasakan dan alami; (3) Pengampunan, kesediaan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti, lalu memulai kembali relasi baru tanpa dibayangi kebencian.

Pada zaman modern sekarang ini, nilai-nilai kemurahan hati semakin terkikis. Simpati menjadi sesuatu yang langka. Orang bisa sambil tertawa-tawa membicarakan musibah yang menimpa orang lain, atau bahkan tega menambah kesulitan kepada orang lain yang hidupnya sudah susah. Empati juga semakin sukar ditemui. Orang gampang melontarkan celaan, fitnahan, gosip, ejekan terhadap orang lain, tanpa memikirkan bagaimana kalau mereka atau keluarga mereka yang mengalaminya. Begitu pula pengampunan, semakin mahal. Yang subur justru balas dendam; mata ganti mata, gigi ganti gigi, pukulan dibalas pukulan, bom dibalas bom. Malah semakin runyam.

Kemurahan hati adalah cerminan sifat Allah Bapa. Dan tugas kita adalah terus menumbuhkan dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu kita bisa memulainya dari lingkungan kita yang paling dekat.

Lukas 6:27-36

27. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah
musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28. mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi
orang yang mencaci kamu.
29. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya
pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan
juga ia mengambil bajumu.
30. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah
meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah
jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-
orang yang mengasihi mereka.
33. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik
kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat
demikian.
34. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu
berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-
orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya
mereka menerima kembali sama banyak.
35. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka
dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan
besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab
Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan
terhadap orang-orang jahat.
36. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Read more...

SAYA JUGA MUNAFIK

JANGAN MENGHAKIMI DOSA ORANG LAIN KALAU ANDA TIDAK BERSEDIA MENOLONG ORANG ITU MENGATASI DOSANYA
Nas: Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu. (Matius 7:5)

Bacaan: Matius 7:1-5
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 7-10

Kathleen Norris, dalam The Cloister Walk, bercerita tentang pengalamannya bergereja. Suatu ketika ia ditanyai seorang mahasiswa, mengapa ia terus pergi ke gereja dan bisa tahan menghadapi kemunafikan orang-orang kristiani. Ia merasa memperoleh ilham yang jitu, dan menjawab, "Satu-satunya orang munafik yang perlu saya cemaskan pada hari Minggu pagi adalah diri saya sendiri." Kathleen mengelakkan kecenderungan untuk mempersalahkan orang lain, dan memilih untuk berintrospeksi diri.

Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung gampang melemparkan kesalahan kepada pihak lain. Ia cepat melihat dan menghakimi pelanggaran orang lain, tetapi lamur terhadap pelanggarannya sendiri. Ketika dirinya yang melakukan pelanggaran, ia segera sibuk menuding orang lain sebagai penyebab pelanggarannya itu.

Tuhan Yesus menghardik sikap munafik semacam itu. Dia tidak mengajari kita untuk menutup mata terhadap pelanggaran, tetapi mengarahkan kita untuk memulai pemeriksaan dari tempat yang benar: dari diri kita sendiri. Kita masing-masing memiliki "balok'", kecenderungan untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Kita perlu terlebih dahulu merendahkan diri dan meminta pertolongan Tuhan untuk mengeluarkan balok tersebut. Pandangan kita pun akan menjadi jernih, sehingga nantinya kita bisa menuntun saudara yang lain untuk mengeluarkan serpihan kayu dari matanya.

Hadapilah, oleh anugerah Tuhan dan ketaatan pada firman-Nya, dosa yang mencobai Anda. Kemenangan atas dosa itu akan memampukan Anda untuk menolong orang lain mengatasi dosa yang serupa.

Matius 7:1-5

1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
2. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu
akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan
diukurkan kepadamu.
3. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan
balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
4. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku
mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam
matamu.
5. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu
dari mata saudaramu."

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP