Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

November 15, 2009

DAYA PENGAMPUNAN

KITA MENGAMPUNI KARENA KITA TELAH DIAMPUNI
Nas: Aku, Paulus mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. (Filemon 1:9-10)

Bacaan: Filemon 1:8-21
Setahun: Kisah Para Rasul 10-12

Filemon tercatat sebagai salah satu kitab Perjanjian Baru yang paling pendek. Mengapa surat ini termasuk dalam kanon Alkitab? Pasti ada sesuatu yang penting di dalamnya! Surat pendek ini memiliki satu tema pokok: permohonan ampun bagi orang lain.

Onesimus ialah hamba Filemon yang melarikan diri. Dulu Onesimus merugikan Filemon, tetapi ia mengalami perubahan hidup, sehingga di penjara ia menjadi sangat berguna bagi pelayanan Paulus. Sebenarnya Paulus ingin menahan Onesimus agar dapat terus melayaninya di penjara. Akan tetapi, Onesimus dikirim kembali kepada Filemon, disertai semacam surat rekomendasi dari Paulus. Apa yang mendasari surat itu? Pertama, otoritas Paulus sebagai bapa rohani Filemon. Kedua, kasih yang ada dalam diri Filemon. Ketiga, perubahan hidup Onesimus itu sendiri. Keempat, kesediaan Paulus untuk bertanggung jawab sepenuhnya mengganti kerugian Filemon akibat ulah Onesimus pada masa lalu.

Paulus meminta Filemon menerima kembali Onesimus karena ia menyaksikan perubahan hidup Onesimus, dari budak buron menjadi saudara di dalam Tuhan. Paulus "terpikat" oleh perubahan ajaib itu, dan ia mengharap Filemon pun turut "terpikat". Singkatnya, Paulus berharap agar Onesimus tidak dianggap melakukan dosa yang tidak berampun, tetapi diberi peluang untuk bertumbuh di dalam kehidupannya yang baru.

Adakah orang yang oleh anugerah Tuhan berjuang keluar dari kesalahan masa lalunya menuju pemenuhan hidup pada masa kini? Sepatutnya kita mengapresiasi perubahan hidupnya dan menyambutnya sebagai saudara yang kekasih.


Filemon 1:8-21

8. Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan
penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
9. tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari
padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang
dipenjarakan karena Kristus Yesus,
10. mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi
aku dalam penjara, yakni Onesimus
11. --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat
berguna baik bagimu maupun bagiku.
12. Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--.
13. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk
melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14. tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya
yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa,
melainkan dengan sukarela.
15. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu,
supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
16. bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu
sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi
bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.
17. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti
aku sendiri.
18. Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu,
tanggungkanlah semuanya itu kepadaku--
19. aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan
membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu
kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.
20. Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan:
Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!
21. Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku
tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.

Read more...

KUTUK TURUNAN

TUHAN MEMENTINGKAN SIAPA ANDA KINI BUKAN SIAPA ANDA DAHULU
Nas: Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13)

Bacaan: Yohanes 9:1-7
Setahun: Kisah Para Rasul 6-9

Seorang pemudi resah setelah membaca buku tentang kutuk turunan. Ia berasal dari keluarga "broken home". Ayahnya penjudi. Ibunya menikah lagi. Buku itu mengatakan, berdasarkan Keluaran 20:5, Allah akan membalaskan dosa orangtua sampai kepada keturunan keempat. Sang pemudi jadi bertanya-tanya: apakah ia pun akan menerima warisan kutuk dari dosa orang tuanya?

Pemahaman tentang adanya kutuk turunan rupanya juga muncul di hati para murid Yesus. Maka, ketika melihat orang yang buta sejak lahir, mereka bertanya pada Yesus, apakah ini disebabkan karena dosa orangtuanya. Jawaban Yesus mengejutkan sekaligus melegakan. Yesus menjawab: bukan. Malahan menurut Yesus, Tuhan punya rencana indah bagi si buta. Melalui hidupnya, pekerjaan Allah akan dinyatakan. Lalu, si buta pun disembuhkan! Yesus mengajak kita melihat ke depan, bukan mempersoalkan masa lalu. Di dalam Dia tiada lagi kutuk turunan. Segala kutuk telah dipatahkan, sebab Kristus telah menanggungnya. "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita" (Galatia 3:13).

Di tiap mobil ada kaca depan dan kaca spion. Yang satu untuk melihat ke depan, satunya untuk melihat ke belakang. Melihat kaca spion itu penting, tetapi sebentar saja. Jauh lebih penting memusatkan pandangan ke kaca depan. Begitu pula dalam perjalanan hidup. Sekali-sekali kita perlu melihat ke belakang, tetapi jangan terpaku disana. Jauh lebih penting melihat ke depan. Melihat apa rencana Tuhan bagi masa depan kita. Dalam nama Yesus kita bisa berkata: "Selamat tinggal kutuk turunan!"


Yohanes 9:1-7

1. Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak
lahirnya.
2. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat
dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan
buta?"
3. Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
4. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama
masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang
dapat bekerja.
5. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
6. Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan
mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata
orang buta tadi
7. dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam
Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia
membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Read more...

MARIA DAN MARTA

PELAYANAN BUKAN PILIHAN ANTARA TINDAKAN MARIA ATAU MARTA MELAINKAN KOMBINASI ANTARA KEDUANYA
Nas: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? (Yohanes 21:16)

Bacaan: Lukas 10:38-42
Setahun: Kisah Para Rasul 13-14

Banyak kisah "aneh" di dalam Alkitab. Maksudnya, kisah yangmenggelitik keinginan untuk bertanya. Salah satunya adalah kisah singgahnya Yesus di rumah Maria dan Marta dari kampung Betania. Mengapa "aneh"? Sebab anjuran untuk melayani sangat ditekankan oleh Injil Lukas. Sekarang tiba-tiba ketika ada orang melayani, Yesus malah menegurnya. Mengapa?

Marta, dalam kisah ini disebutkan "sibuk sekali melayani". Ia melayani sedemikian rupa, sehingga tidak bisa melihat pentingnya apa yang dilakukan oleh Maria, yaitu "duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya". Ia tidak mengerti tindakan Maria. Sementara itu, ia melayani sambil menggerutu dan mengasihani diri. Padahal apa yang dilakukan Maria adalah bagian utama dari tindakan melayani. Hati yang menyembah dan rindu mendengar suara Tuhan ibarat mata air dari sebuah tindakan pelayanan. Tanpa itu, melayani hanya akan menjadi sederet "kesibukan" dan kegelisahan yang serba "menyusahkan diri dengan banyak perkara".

Marta tidak sendiri. Sebagai pelayan di pelbagai aktivitas kristiani, kita pun kerap begitu sibuk dan kehilangan sukacita. Sebagai gantinya, kita terus mengeluh, mengasihani diri, dan mencela sesama pelayan. Satu hal yang harus kita ingat: kita bukan melayani "sesuatu", melainkan "Seorang Pribadi", yaitu Yesus. Tanpa hubungan kasih yang hangat secara pribadi dengan Yesus, pelayanan akan menjadi beban. Marta tidak keliru karena melayani. Ia keliru karena melupakan nilai penting tindakan Maria. Masihkah kita melayani karena mengasihi Yesus?


Lukas+10:38-42

38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di
sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia
di rumahnya.
39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria
ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan
berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku
membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan
menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang
terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Read more...

TANGGUNG JAWAB PENJAGA

KITA ADALAH PENJAGA BAGI ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA SIAPKAH KITA MEMPERTANGGUNGJAWABKANNYA KELAK?
Nas: ... penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga ... mereka dihabiskan ... Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu. (Yehezkiel 33:6)

Bacaan: Yehezkiel 33:1-16
Setahun: Kisah Para Rasul 3-5

Mereka yang bekerja di bagian keuangan, entah itu sebagai kasir atau bendahara, pasti mengerti arti tanggung jawab dan kepercayaan. Betapa tidak, jika ada selisih uang kurang, pasti pusing tujuh keliling. Terbayang ketakutan bagaimana jika ia harus mengganti sejumlah uang yang kurang tersebut. Semakin besar selisih uangnya, semakin gawat, meskipun mungkin selisih itu disebabkan oleh salah hitung, terselip, atau benar-benar hilang. Yang pasti, ia tidak akan dapat tidur dengan tenang jika selisih uang tersebut belum ketemu.

Namun, berapa banyak di antara kita yang sadar bahwa Tuhan sudah mempercayakan harta-Nya yang berharga kepada kita? Jiwa-jiwa di sekeliling kita adalah harta yang sangat berharga bagi Tuhan, karena bagi mereka jugalah Tuhan Yesus mati disalib. Dan adalah tugas tanggung jawab kita untuk mencari mereka yang terhilang dan memperingatkan mereka yang akan menuju kebinasaan. Jika kita sudah tahu kebenaran, tetapi tidak memberitahukan kepada orang-orang di sekitar kita, kelak Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita. Hal inilah yang Tuhan peringatkan kepada Yehezkiel sebagai penjaga bangsanya. Tugas Yehezkiel adalah memperingatkan bangsanya demi nama Tuhan. Sangkakala harus ditiupkan untuk memperingatkan bangsanya dari bahaya pedang. Pula, kita harus memperingatkan orang-orang di sekeliling kita akan murka Allah, sehingga mereka bertobat.

Lihatlah sekeliling. Siapa sajakah yang kita tahu sedang menuju kebinasaan? Mari kita bagikan kabar baik kepada mereka, bahwa Yesus sudah mati bagi mereka.


Yehezkiel 33:1-16

1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
2. "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan
katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas
sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara
mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
3. dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu
meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,
4. kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu,
tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu
datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
5. Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan,
darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia
menyelamatkan nyawanya.
6. Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak
meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga
sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan,
orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut
pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.
7. Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi
kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku,
peringatkanlah mereka demi nama-Ku.
8. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau
pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan
orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan
mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan
jawab atas nyawanya dari padamu.
9. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia
bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati
dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
10. Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu
berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung
atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat
tetap hidup?
11. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman
Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,
melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari
kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu
yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
12. Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa:
Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh
dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia
tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang
benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat
dosa.
13. Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --
tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala
perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia
harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya.
14. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! --
tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan
kebenaran,
15. orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti
rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup,
sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan
mati.
16. Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia
sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP