Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

November 01, 2009

KELEMAHAN YANG MENGUATKAN

KALA KITA BENAR-BENAR SUDAH ANGKAT TANGAN TUHAN PASTI AKAN SEGERA TURUN TANGAN
Nas: Tetapi jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. (2 Korintus 12:9)

Bacaan: 2 Korintus 12:1-10
Setahun: Lukas 10-13

Suatu saat, seorang pendeta naik kapal dari Pontianak, hendak menuju ke Semarang. Di tengah laut lepas, seorang penumpang yang diduga stres melompat ke laut. Semua penumpang menjadi gaduh. Awak kapal pun segera mematikan mesin, tetapi mereka tidak segera menolong. Baru setelah orang tersebut tampak lemas tak bertenaga, para awak menurunkan sekoci, berenang menjangkau si korban, dan mengangkatnya ke sekoci. Mengapa orang tersebut dibiarkan lemas? Awak kapal menjawab, "Orang yang sudah lemas pasti lebih mudah ditolong. Kalau seseorang masih bertenaga, maka ia cenderung memberontak dan sulit diangkat."

Paulus adalah orang hebat. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh (14:8-10). Sapu tangannya bisa mendatangkan mukjizat (19:12). Ia menghidupkan orang mati (20:9,10). Ia banyak membuat mukjizat (28:9). Akan tetapi, ia diizinkan berada dalam kondisi tidak berdaya. Ia tidak bisa menolong dirinya sendiri. Tiga kali sudah ia berseru, tetapi Tuhan juga tidak melepaskannya (2 Korintus 12:8).

Barangkali kita juga mengalami bahwa kepandaian, pengalaman, dan kemampuan kita, tidak membebaskan kita dari masalah. Kita telah berkali-kali berdoa, tetapi Allah sepertinya mengizinkan kita "lemas tidak berdaya". Mengapa? Firman-Nya: "... justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Itulah yang akhirnya membuat Paulus berani berkata: "Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku" (2 Korintus 12:9).


2 Korintus 12:1-10

1. Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya,
namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan
penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
2. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--
entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku
tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat
ke tingkat yang ketiga dari sorga.
3. Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di
luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
4. ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang
tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
5. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku
tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
6. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh
lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku,
supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada
yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
7. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan
yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku,
yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan
meninggikan diri.
8. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya
utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab
itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa
Kristus turun menaungi aku.
10. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam
siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan
oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Read more...

SEMAKIN BANYAK MARTIR

DARAH PARA MARTIR ADALAH BENIH GEREJA
Nas: Ingatlah orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Ingatlah juga orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. (Ibrani 13:3)

Bacaan: Ibrani 13:1-3
Setahun: Lukas 14-17

Martir, orang-orang yang mengorbankan nyawa demi membela dan mempertahankan iman, menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah gereja. Bahkan pada era modern ini, justru semakin banyak orang yang menjadi martir. Menurut catatan World Christian Trends susunan David Barrett dan Todd Johnson (2001), jumlah martir sejak permulaan gereja sampai akhir abad ke-20 sebanyak 69,4 juta orang. Namun 45,4 juta jiwa_hampir dua per tiga di antaranya_menjadi martir sepanjang abad ke-20 lalu. Pada dekade awal abad ke-21 ini, darah para martir juga masih terus dicurahkan.


Seruan penulis kitab Ibrani, dengan demikian, tetap relevan dan aktual. Ia mendorong umat Allah untuk mengembangkan simpati dan solidaritas bagi saudara seiman yang lain. Ada jemaat yang dapat hidup beribadah dalam ketenangan dan ketenteraman, tetapi di tempat lain ada orang percaya yang mengalami penderitaan, penindasan, dan pemenjaraan karena iman mereka. Sebagai sesama tubuh Kristus, sudah semestinya kita memberi dukungan satu sama lain. "Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita," kata Paulus (1 Korintus 12:26).

Hari ini dicanangkan sebagai Hari Doa Internasional bagi umat kristiani dan gereja yang mengalami penindasan di seluruh dunia. Sebuah kesempatan khusus untuk mendukung saudara seiman yang teraniaya, agar mereka memperoleh kekuatan dalam menanggung penderitaan itu. Terlebih lagi, kita juga perlu berdoa bagi para penindas dan negara-negara yang mendukung penindasan atau yang menutup mata terhadap penindasan yang berlangsung di wilayah mereka.

Ibrani 13:1-3

1. Peliharalah kasih persaudaraan!
2. Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan
berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah
menjamu malaikat-malaikat.
3. Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah
orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang
diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup
di dunia ini.

Read more...

DUSTA ITU MAHAL

BERSIKAPLAH APA ADANYA MAKA ANDA TAKKAN MERASA PERLU BERDUSTA
Nas: Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:25)

Bacaan: Kisah Para Rasul 5:1-11
Setahun: Lukas 7-9

Fakultas kedokteran Temple University pernah mengadakan penelitian menarik tentang kebohongan. Mereka membentuk dua kelompok. Kelompok pertama diminta menceritakan sebuah kebohongan. Kelompok kedua diminta untuk berkata benar. Selama aktivitas itu, respons otak mereka dianalisa dengan mesin MRI. Hasilnya mencengangkan! Ternyata para "pembohong" mengaktifkan sembilan area di otaknya, sedangkan orang yang berkata jujur hanya memakai empat area. Untuk berdusta, ternyata otak bekerja dua kali lebih keras!

Berdusta itu mahal ongkosnya. Tidak hanya melelahkan otak, tetapi juga menambah dosa. Ananias dan Safira menanggung akibat serius akibat berdusta. Ini gara-gara mereka memberi persembahan dengan motivasi salah: ingin dapat nama. Meniru anggota jemaat lain (baca ayat 32-26), mereka pun menjual tanah, namun hasilnya hanya dipersembahkan sebagian. Ketika ditanya, mereka mengaku sudah memberi semuanya. Agar dikenal sebagai dermawan atau donatur utama gereja, mereka rela berbohong di hadapan Tuhan dan jemaat!

Godaan berbohong muncul saat kita ingin orang memandang kita lebih dari siapa kita sebenarnya. Lalu kita mulai membual. Mengarang cerita hebat tentang diri kita. Menampilkan kesan betapa rohaninya hidup kita. Betapa harmonisnya keluarga kita. Topeng tebal kita pakai, supaya dianggap "orang berkelas". Betapa melelahkannya hidup seperti itu! Seorang pendusta akan dibenci Tuhan dan tak dipercaya sesama. Reputasinya bakal mati. Lebih baik, jujurlah tentang diri kita. Apa adanya. Anda tak perlu jadi orang hebat. Cukup jadi orang bersahaja.

Kisah Para Rasul 5:1-11

1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira
menjual sebidang tanah.
2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan
itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki
rasul-rasul.
3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis,
sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil
penjualan tanah itu?
4. Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan
setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa
engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan
mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah
nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal
itu.
6. Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu,
mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
7. Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia
tidak tahu apa yang telah terjadi.
8. Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah
tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
9. Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh
Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di
depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
10. Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus
dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka
mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan
menguburnya di samping suaminya.
11. Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang
mendengar hal itu.

Read more...

October 28, 2009

KETIK REG SPASI ....

PIKIRKAN BAIK-BAIK, PERTIMBANGKAN MATANG-MATANG JANGAN ASAL IKUTI TAWARAN DUNIA
Nas: Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. (Efesus 5:10)


SMS atau Layanan Pesan Singkat melalui telepon genggam hingga sekarang ini masih ngetren. Bisa dibilang hampir semua kalangan akrab dengan SMS. Semula tujuan SMS adalah untuk lebih memudahkan komunikasi, tetapi seiring dengan perkembangan bisnis, SMS pun kemudian jadi punya tujuan beragam. Mulai dari "menjual" kegiatan artis terkenal, sampai ramalan astrologi; mulai dari cari jodoh sampai kuis berhadiah uang; mulai dari pilih idola sampai pilih ringtone. Semua bisa dilakukan dengan SMS. Cukup dengan "Ketik Reg Spasi _"

Dari sisi pebisnis barangkali itu sah-sah saja. Namanya juga memanfaatkan peluang. Namun, dari sisi kita sebagai konsumen, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri, bisa repot juga. Ibarat kita berada di tengah arus sungai, bisa-bisa terseret tanpa daya. Bukan sekadar mengorbankan uang, tenaga, dan waktu untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, tetapi juga salah-salah kita bisa kecanduan dan terjurumus ke hal-hal yg salah.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu memakai pertimbangan dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup ini. Tentu termasuk dalam mempergunakan SMS. Artinya, sebelum kita melakukan segala sesuatu pikirkan matang-matang. Jangan sekadar mengikuti rasa senang atau hobi, tetapi perhatikan juga baik-buruknya; baik buat diri sendiri, maupun buat orang lain. Dan terutama, apakah itu juga sungguh-sungguh berkenan di mata Tuhan. Hanya dengan pertimbangan dan kebijaksanaan inilah kita tidak akan dicelakakan oleh rupa-rupa tawaran dunia (ayat 23). Hidup kita pun akan lebih tenang dan tenteram (ayat 24).


Amsal 3:21-24

21. Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh
dari matamu, peliharalah itu,
22. maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi
lehermu.
23. Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak
akan terantuk.
24. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi
engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP