Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

December 15, 2009

JERAT MILIK

TUHAN TIDAK INGIN KITA MENDUAKAN-NYA
Nats: Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku (Lukas 14:33)

Bacaan : Lukas 14:25-35
Setahun: Filipi 1-4

Ketika Tuhan Yesus mengatakan, bahwa setiap orang yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, ia tidak dapat menjadi murid-Nya (ayat 33), itu bukan berarti kita tidak boleh memiliki apa pun. Sebab selama berada di dunia, kita akan selalu perlu"memiliki sesuatu". Ucapan Tuhan Yesus tersebut bisa diartikan begini: jangan
kita begitu terikat dan terekat dengan segala sesuatu yang kita miliki, sehingga bukan kita yang memiliki, tetapi justru kitalah yang dimiliki oleh segala sesuatu itu.


Sebab, apabila seseorang itu sudah sedemikian kuatnya terikat dan terekat pada miliknya, maka ia akan menomorduakan Tuhan. Ia juga bisa melakukan apa saja; menghalalkan segala cara, mengabaikan norma sosial, mengesampingkan hukum Tuhan, untuk merebut atau mempertahankannya. Milik di sini bisa berupa harta benda, bisa juga berupa jabatan, popularitas, atau bahkan orang; entah pacar, teman dekat, atau siapa saja. Intinya adalah: jangan menempatkan apa pun dan siapa pun di dunia ini melampaui Tuhan. Dalam kehidupan seorang murid Kristus, Tuhan harus senantiasa menjadi yang pertama dan terutama.

Jadi, tidak salah apabila kita memiliki sesuatu. Yang salah, kalau karena sesuatu yang kita miliki itu, kita kemudian mengabaikan Tuhan; tidak lagi taat dan menaruh hormat kepada Tuhan. Apabila demikian adanya, berarti kita telah memberhalakannya. Berhala (dalam bahasa Inggris: idol) bukan hanya berupa patung-patung atau benda-benda kuno yang dianggap punya kekuatan magis, melainkan juga segala sesuatu
yang menggeser Tuhan dari pusat hidup kita.

Lukas 14:25-35

25. Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus
dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci
bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya
laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat
menjadi murid-Ku.
27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia
tidak dapat menjadi murid-Ku.
28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan
sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya,
kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat
menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya,
mengejek dia,
30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak
sanggup menyelesaikannya.
31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan
raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah
dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang
mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu
masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak
melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi
murid-Ku.
34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar,
dengan apakah ia diasinkan?
35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk,
dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk
mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Read more...

December 07, 2009

CATATLAH

KERAP MEMBACA-MENULIS PASTI MENGUBAH SESUATU DI DIRI KITA TINGGAL APA YANG KITA BACA DAN SEBERAPA SERING?
Nats: Kemudian bersiaplah orang-orang itu, lalu pergi, sedang Yosua memerintahkan kepada mereka, pada waktu mereka berangkat, supaya mereka mencatat keadaan negeri itu (Yosua 18:8)

Bacaan : Yosua 18:1-10
Setahun: Efesus 4-6

Biasakanlah menulis!" merupakan sebuah nasihat yang kerap kita dengar. Kegiatan mencatat atau menulis, kelihatannya sepele. Itu pelajaran yang sudah kita dapat sejak Sekolah Dasar. Namun, jangan diremehkan. Tulisan menyumbangkan perubahan sangat besar dalam diri dan kehidupan manusia, itu memberi perbedaan amat besar. Bayangkan jika Anda buta huruf pada zaman secanggih ini.


Apa istimewanya kegiatan menulis? Yosua tahu persis bahwa itu menolong orang untuk berubah. Dibanding di masa kepemimpinan Musa, nyatanya kehidupan bangsa Israel di masa kepemimpinan Yosua sungguh berbeda. Tadinya mengembara di gurun, sekarang menduduki tanah Kanaan. Akan tetapi, rupanya bangsa itu enggan mengubah cara hidupnya sesuai dengan kenyataan. "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas ...?" (ayat 3). Mereka malas berubah. Demi mendorong mereka berubah, Yosua menggunakan kiat "mencatat". Mencermati, mengukur, menulis daftar, dan melaporkan. Pokoknya catat, catat, dan catat.

Dunia baca-tulis mengubah wajah dunia. Allah memberikan hukum tertulis di Sinai. Para Rasul dalam Perjanjian Baru membina jemaat melalui saurat-surat tertulis, yang kemudian dibacakan dalam pertemuan-pertemuan jemaat. Reformasi gereja diiringi oleh penerjemahan Alkitab. Buku mendidik dan mengubah cara pandang orang. Banyak tokoh besar punya kebiasaan menulis buku harian. Tulisan menanamkan pengaruhnya ke mana-mana. Apalagi di era informasi ini. Minat dan kebiasaan baca-tulis sangat baik ditumbuhkembangkan. Termasuk bergaul dengan firman Tuhan lewat waktu teduh seperti saat
ini.

Yosua 18:1-10

1. Maka berkumpullah segenap umat Israel di Silo, lalu mereka
menempatkan Kemah Pertemuan di sana, karena negeri itu telah
takluk kepada mereka.
2. Pada waktu itu masih tinggal tujuh suku di antara orang
Israel, yang belum mendapat bagian milik pusaka.
3 Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Berapa lama
lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri
yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?
4 Ajukanlah tiga orang dari tiap-tiap suku; maka aku akan
menyuruh mereka, supaya mereka bersiap untuk menjelajahi negeri
itu, mencatat keadaannya, sekadar milik pusaka masing-masing,
kemudian kembali kepadaku.
5 Sesudah itu mereka akan membaginya di antara mereka menjadi
tujuh bagian. Suku Yehuda akan tetap tinggal dalam daerahnya di
sebelah selatan dan keturunan Yusuf akan tetap tinggal dalam
daerahnya di sebelah utara.
6 Kamu catat keadaan negeri itu dalam tujuh bagian dan kamu
bawa ke mari kepadaku; lalu aku akan membuang undi di sini bagi
kamu di hadapan TUHAN, Allah kita.
7 Sebab orang Lewi tidak mendapat bagian di tengah-tengah kamu,
karena jabatan sebagai imam TUHAN ialah milik pusaka mereka,
sedang suku Gad, suku Ruben dan suku Manasye yang setengah itu
telah menerima milik pusaka di sebelah timur sungai Yordan, yang
diberikan kepada mereka oleh Musa, hamba TUHAN."
8 Kemudian bersiaplah orang-orang itu, lalu pergi, sedang Yosua
memerintahkan kepada mereka, pada waktu mereka berangkat, supaya
mereka mencatat keadaan negeri itu, katanya: "Pergilah,
jelajahilah negeri itu, catatkanlah keadaannya, kemudian
kembalilah kepadaku; maka di sini, di Silo, aku akan membuang
undi bagi kamu di hadapan TUHAN."
9 Orang-orang itu pergi dan berjalan melalui negeri itu; mereka
mencatat keadaannya dalam suatu daftar, kota demi kota, dalam
tujuh bagian, lalu kembali kepada Yosua ke tempat perkemahan di
Silo.
10 Lalu Yosua membuang undi bagi mereka di Silo, di hadapan
TUHAN, dan di sanalah Yosua membagikan negeri itu kepada orang
Israel, sesuai dengan pembagian mereka.

Read more...

December 06, 2009

BATU OPAL YANG KUSAM

MURID KRISTUS BUKANLAH ORANG YANG SEMPURNA; IA TENGAH DIGOSOK AGAR MENJADI SEMAKIN BERKILAU
Nats: Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya berguna bagiku (2 Timotius 4:11)

Bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41
Setahun: Efesus 1-3

Seorang ahli batu-batuan memasuki toko perhiasan. Penjaga menunjukkan koleksi tokonya yang indah-indah. Ternyata, di antara permata yang berkilau itu ada sebutir batu yang kusam. "Tunggu sebentar," kata pelanggan itu. Ia mengambil batu itu dan menggenggamnya erat-erat. Setelah beberapa saat, ia membuka tangannya, dan kini batu itu berkilau begitu elok! "Ini batu opal atau ada yang menyebutnya permata simpatik," katanya. "Cukup digenggam, keindahannya pun akan memancar."

Paulus dan Barnabas bertengkar sengit gara-gara Markus. Barnabas ingin melibatkan Markus dalam tim misi, tetapi Paulus menolaknya karena pemuda itu pernah meninggalkan tim sebelumnya (Kisah Para Rasul 13:13). Namun, secara mengejutkan, nama Markus muncul lagi, dipuji Paulus dalam suratnya sebagai orang yang "pelayanannya penting bagiku" (2 Timotius 4:11).

Alkitab tidak menjelaskan proses perubahan yang dialami Markus. Namun, kita bisa membayangkan setidaknya dua kemungkinan. Pertama, Barnabas menggosok dan menajamkan karakter Markus, sehingga pemuda itu berubah menjadi murid Kristus yang setia. Kedua, Paulus mengampuni Markus dan memberinya kesempatan kedua; dan Markus pun membuktikan bahwa dirinya murid yang layak dipercaya. Melalui genggaman Barnabas dan Paulus, batu opal bernama Markus itu menjadi berkilau.

Jangan terkecoh oleh penampilan "kusam" seorang murid Kristus. Mungkin ia memerlukan "genggaman tangan": pendampingan yang konsisten dan berkesinambungan. Apabila ada saudara seiman yang gagal dalam pelayanan, ampunilah ia dan ulurkan kesempatan kedua.

Kisah Para Rasul 15:35-41

35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia.
Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan
memberitakan firman Tuhan.
36. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada
Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di
setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk
melihat, bagaimana keadaan mereka."
37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa
serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak
mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga
mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya
berlayar ke Siprus.
40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh
saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan
41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil
meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Read more...

SIAPA YANG DILAYANI?

MELAYANI TUHAN BERARTI MENARUH DIRI SENDIRI DI TEMPAT PALING BELAKANG
Nats: Hendaklah kamu ... tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya ... menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Filipi 2:2,3 TB)

Bacaan : Filipi 2:1-11
Setahun: Kisah Para Rasul 26-28

Dalam sebuah ibadah Natal, ada tiga kelompok paduan suara yang akan tampil. Karena tempat terbatas, tidak semua bisa duduk di depan. Maka, salah satu kelompok diminta duduk di balkon. Masalahnya, tidak ada yang mau ditempatkan di sana, karena tidak terlihat oleh jemaat. Ketika panitia natal mendesak salah satu kelompok, para anggota
paduan suara itu menjadi marah. Mereka pun lantas mengadakan aksi walk out. Tidak jadi melayani dalam ibadah itu.

Pelayanan di gereja tak jarang diwarnai perselisihan. Ada yang suka memaksakan keinginan. Ada yang mengambek jika usulnya ditolak. Ada yang tersinggung kalau dirinya kurang disanjung. Akar masalahnya terletak pada keakuan. Orang kerap mengaku melayani Tuhan, padahal yang dilayani dirinya sendiri. Akibatnya, tak ada kerendahan hati. Para pelayan sulit untuk mengalah. Kepentingan pribadi atau kelompok dinomorsatukan. Kalau sudah begini, kesehatian sulit tercipta. Yang ada malah perpecahan. Itulah kondisi jemaat di Filipi.

Maka, Rasul Paulus mengajak jemaat Filipi untuk berkaca kepada Kristus. Ciri utama pelayan Yesus adalah perendahan diri. Mulai dari kelahiran sampai kematian-Nya, Yesus menempuh jalan menurun. Dia kesampingkan hak-hak-Nya demi kepentingan umat yang Dia layani.

Di tengah kesibukan pelayanan, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, "Siapa sebenarnya yang aku layani? Apakah aku mengalah karena mementingkan status, gengsi, dan ambisi pribadi?" Jika jawabannya "ya", jelas kita bukan pelayan Tuhan. Kita telah menjadi tuan. Bahkan, mungkin "tuhan kecil".

Filipi 2:1-11

1. Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan
kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah
kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian
yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang
seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya
sendiri;
4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan
dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil
rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di
langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi
kemuliaan Allah, Bapa!

Read more...

Get Free .CO.CC and .CC.CC Domain name No Ads!
CO.
CC supports for CNAME, A, MX, NS records!

WWW. .CO.CC

e.g. www.myname.co.cc, www.myname2.co.cc

Powered by CO.CC:Free Domain

  © Family Blessing 2009

Back to TOP